reginternasional

Apa itu Virus Ngorok atau Septicaemia Epizootica ? Peternak Harus Tahu, 431 Ekor Kerbau Mati Mendadak di Kabupaten OKI Sumatera Selatan, Ini Gejalanya

Kamis, 18 April 2024 | 09:08 WIB
Ilustrasi peternak kerbau (Kalimantansatu.com/Pixabay ArtTower)

Ditandai dengan bronchopneumoni dan dimulai dengan batuk kering dan nyeri.

Kemudian terdapat eksudat di hidung, pernafasan cepat dan basah. 

Proses berlangsung lama 1-3 minggu.

Penyakit yang bersifat kronis ditandai dengan hewan menjadi kurus, batuk, nafas dan nafsu makan terganggu, terus mengeluarkan air mata, suhu tidak berubah, terjadi diare bercampur darah, kerusakan pada paru, bronchi dan pleura

c. Bentuk Intestinal

Ini merupakan gabungan dari bentuk busung dan bentuk Pektoral.

Cara Penularan Virus Ngorok

Pintu masuk infeksi bakteri ke dalam tubuh hewan adalah melalui daerah tenggorokan (tonsil region).

Hewan sehat akan tertular hewan sakit melalui kontak atau melalui makanan, minuman dan alat tercemar.

Ekskreta hewan penderita berupa ludah, feses dan kemih juga mengandung bakteri.

Pada babi, SE banyak berbentuk sebagai gangguan pernapasan dengan gejala batuk lebih menonjol. Penularan melalui udara oleh penderita lebih mudah terjadi.

Apalagi jika babi tersebut makan dan minum di tempat yang sama.

Timbulnya SE pada babi sangat dipengaruhi faktor-faktor predisposisi.

Seperti pada sapi dan kerbau, ekskreta penderita juga mengandung bakteri.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini