reginternasional

Apa itu Demensia ? Sering Dialami Jemaah Haji Lansia, Ini Cara Mencegah Demensia dan Gejalanya

Selasa, 21 Mei 2024 | 11:14 WIB
Kakbah tempat ibadah suci umat Islam (Kalimantansatu.com/Pixabay Konevi)

KALIMANTANSATU.COM, ARAB SAUDI - Sejumlah jemaah ditengarai mengalami gejala dimensia saat ditemukan petugas haji lupa arah jalan pulang.

Demensia adalah kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang yang umumnya terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas).

Kondisi ini sangat dimungkinkan mengingat jemaah lansiapada musim haji tahun ini cukup banyak.

Jumlahnya mencapai sekitar 45 ribu orang.

Hal ini dikonfirmasi dengan temuan Tim Media Center Haji (MCH) yang sering menjumpai dan mengantarkan jemaah haji lansia dan disinyalir menderita gejala dimensia.

Baca Juga: Jangan Tahan Buang Air saat Perjalanan ke Tanah Suci, Ini Tips dari Kabid Kesehatan KKHI PPIH Arab Saudi dr Indro Purwoko untuk Jemaah Haji Indonesia

Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Dokter Leksmana Arry Chandra mengatakan, ada jemaah lansia yang mengalami kelupaan saat sedang menunaikan ibadah haji, baik lupa nama, keluarga, atau merasa dirinya masih berada di kampung halaman.

"Gangguan ini secara umum dipicu oleh dua hal, baik karena faktor sosial atau psikososial maupun faktor pribadi atau psikologis. Selain itu juga dipicu oleh faktor biologis," urai dokter yang sehari-hari bertugas di Daerah Kerja (Daerah Kerja) Madinah.

Gangguan jiwa jenis ini juga biasanya dipicu faktor genetik.

"Mereka sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, kemudian kambuh lagi setibanya di Arab Saudi," ungkapnya di Madinah, Senin 21 Mei 2024 seperti dilansir laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Tips Cara Mencegah Heat Stroke bagi Jemaah Haji Indonesia yang Harus Diketahui. Apa itu Heat Stroke ?

Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu, dan disorientasi orang-orang di sekitarnya.

Gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami.

Kemudian, sulit mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya.

“Jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini