reginternasional

Mantan Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Gapai Gelar Doktor di UNDIP, Ingatkan Sarjana Hukum Undip Berprilaku Baik Fondasi Awal Dalam Berhukum

Kamis, 7 November 2024 | 09:12 WIB
Universitas Diponegoro (UNDIP) mewisuda sejumlah Sarjana Doktoral. Salah satunya Setia Untung Arimuladi yang telah menyelesaikan masa kuliah bidang Ilmu Hukum dengan IPK 4,0 predikat summa cumlaude. (Kalimantansatu.com/Ist)

Baca Juga: Baru 15 Hari, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Sudah Bikin 6 Gebrakan Terobosan. Mulai dari Tangkap Puluhan Koruptor hingga Copot Pejabat

"Sementara, wisudawan dan wisudawati yang orangtua, isteri atau suaminya telah dipanggil oleh Allah SWT, mereka di sana dengan bangga dan tersenyum melihat putra-putrinya, isteri atau suaminya memakai pakaian yang menjadi saksi sejarah meraih gelar sarjana," papar dia.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada orang tua wali wisudawan dan wisudawati, yang telah rela mengorbankan dan mengusahakan apapun untuk melihat anaknya menyelesaikan proses di perguruan tinggi.

"Setidaknya, gelar yang kami peroleh, menjadi pelipur hati bapak ibu wali atas lelah, letih, pengorbanan yang selama ini dilakukan. Dengan penuh rasa kebahagiaan, gelar ini kami persembahkan untuk kedua orang tua, isteri, suami dan keluarga kami dan Doakan Kami," ungkapnya.

Ia menilai bahwa Fakultas Hukum Undip mempunyai ciri khas tersendiri dalam memandang hukum. Dia menyampaikan, ketika dirinya menulis disertasi pernah mengutip salah satu buku dari guru besar Prof. Satjipto Rahardjo yang berjudul 'Hukum dan Perilaku: Hidup baik adalah dasar hukum yang baik'.

"Prof Satjipto Rahardjo ingin mengatakan pada kita semua bahwa bertingkah-laku baik merupakan fondasi awal dalam berhukum. Semakin tinggi kualitas perbuatan dan sikap yang baik, semakin tinggi pula kualitas hukumnya, karena manusia menciptakan hukum, bukan hukum menciptakan manusia," kutip dia.

"Pernyataan guru kami rupanya sejalan dengan apa yang disampaikan seorang anggota Majelis Pidana Mahkamah Agung Belanda, Bernardus Maria Taverne. Ia mengatakan 'Beri saya seorang hakim yang baik, sehingga dengan undang-undang yang buruk sekalipun saya bisa membawa keadilan'. Ungkapan ini memberikan kita makna bahwa betapa pentingnya perbuatan baik seorang penegak hukum," sambungnya.

Bahkan kata dia, sekuat atau kerasnya substansi hukum yang berupa aturan perundang-undangan, bilamana struktur hukum yang berupa aparat penegakan hukum lemah, termasuk hakim, polisi, jaksa, dan advokat, maka aturan hukum itu hanya menjadi 'macan di atas kertas'.

"jadi, berbuat baiklah, bersikap baiklah, karena hanya itu yang dapat mengangkat derajat manusia dalam mentaati hukum," imbuhnya.

Dengan diwisudanya para mahasiswa dari program doktor dan sarjana ilmu hukum, bukan berarti usai namun bertambah tanggung jawab moral bersamaan dengan gelar yang disematkan kepada para wisudawan dan wisudawati.

"Tanggung jawab sebagai mahasiswa bolehlah sudah usai. Namun tanggung jawab atas ilmu dan gelar yang diperoleh, akan terus dan terus di pundak selama hayat masih di kandung badan. Semoga apapun yang kami lakukan di masa depan dapat memberikan manfaat bagi orang lain," papar dia.

Amanah sebagai lulusan Fakultas Hukum Undip, sebagai pelestari tradisi budaya intelektual, menjadi leader dan pelopor dalam masyarakat akan berusaha untuk menjaga nama baik kampus almamater tercinta.

"Bahwa Ilmu dan gelar yang kita dapatkan ini adalah titik awal kebangkitan dan perjuangan. Teruslah berfikir dan berbuat baik kepada siapapun. Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita. Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita. Hari ini adalah awal dari kebangkitan dan perjuangan yang telah menanti kita di depan sana. Impian dan harapan untuk hidup mapan, bekerja di perusahaan ataupun pegawai negeri tidaklah mudah untuk digapai. Gelar sarjana bukanlah jaminan bagi kita, teruslah berusaha, berjuang, berinovasi dan berikhtiar untuk mewujudkan cita cita dan harapan," pungkas Setia Untung.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)

(*)

Halaman:

Tags

Terkini