reginternasional

Produksi Pangan Naik, Presiden Prabowo Subianto Harap Indonesia Tak Impor Beras Tahun 2025

Rabu, 4 Desember 2024 | 11:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 Desember 2024 sore WIB (Kalimantansatu.com/Dok. BPMI Setpres)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan harapannya bahwa Indonesia tidak mengimpor beras pada tahun 2025.

Hal ini diungkap Prabowo saat menyampaikan pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (2/12/2024).

"Sangat besar kemungkinan dan keyakinan saya tahun 2025, kita tidak akan impor beras lagi, bahkan cadangan kita cukup," kata Prabowo.

Optimisme tersebut diungkap Prabowo karena melihat tren produksi pangan yang meningkat.

Baca Juga: Sambut Presiden Prabowo Subianto di NTT, Warga Kupang Optimistis dengan Program Makan Bergizi Gratis Terlaksana Tepat Sasaran

"Produksi pangan kita naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini yg ada di gudang kita. Saya kira mendekati 2 juta ton," jelas dia.

Prabowo mengatakan capaian itu dapat diraih atas kerja sama berbagai pihak yang berurusan dengan pangan.

Ia pun mengungkap rasa terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan jajaran kabinet dan kepala badan.

"Apresiasi saya juga kepada Menteri Pertanian dan timnya, Bulog, Badan Pangan Nasional, semua unsur Menteri BUMN dan BUMN yang berada di bawah pengawasan Menteri BUMN. Terima kasih langkah-langkah kita di akhir tahun 2024," tutur Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Bertemu Para Pimpinan Perusahaan Amerika Serikat di Istana Negara, Puji Kinerja Kabinet Merah Putih

Adapun swasembada pangan merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan Prabowo. Berbagai langkah telah dilakukan, salah satunya dengan memastikan cadangan beras negara.

Selain soal pangan, Prabowo juga menyampaikan sejumlah apresiasi pada menteri yang telah membuahkan kebijakan pro rakyat seperti penurunan harga tiket jelang natal dan tahun baru (Nataru), menghapus utang macet UMKM serta meningkatkan upah minimum pekerja.

Ikuti, Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)

(*)

Tags

Terkini