reginternasional

Marak PHK Imbas Pemangkasan Anggaran Demi Lancarnya Program Makan Bergizi Gratis, Istana Mengelak: Jangan Bilang Itu PHK

Jumat, 14 Februari 2025 | 14:20 WIB
Ilustrasi uang Rupiah (Kalimantansatu.com/Pixabay IqbalStock)

Ia juga menyoroti dampak efisiensi ini terhadap tenaga kerja, terutama jika anggaran yang dipangkas berkaitan dengan kebijakan lain seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Logika-logika penggunaan anggaran untuk keperluan lain juga menjadi pertanyaan. Misalnya, kalau untuk kasih makanan bergizi, tetapi di pihak lain ada PHK karena pengurangan (anggaran) kegiatan, itu kan yang perlu dipikirkan," tambahnya.

Baca Juga: Cek Jadwal Kapan Sidang Isbat Ramadhan 2025 Versi Pemerintah, Fren. Lihat Hasil Penetapan Awal Ramadhan 1446 Hijriah, Ini Rangkaian Sidang Isbat 2025

AJI Kritik Pemutusan Kontrak Jurnalis di TVRI dan RRI

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nany Afrida, mengkritik kebijakan PHK terhadap kontributor TVRI dan RRI.

Menurutnya, keputusan ini memperburuk kondisi ketenagakerjaan media di Indonesia dan dapat berdampak pada kualitas penyiaran.

"Ini makin memperburuk kondisi ketenagakerjaan media massa di Indonesia," kata Nany.

Ia juga menekankan bahwa pemangkasan anggaran seharusnya tidak diterapkan secara menyeluruh, terutama untuk lembaga yang sudah memiliki anggaran terbatas.

"Pemerintah seharusnya tidak melakukan efisiensi anggaran untuk RRI dan TVRI. Selama ini, anggaran untuk kedua lembaga ini cenderung kecil. Dan bahkan jurnalisnya dibayar rendah," ujarnya.

Nany juga mengingatkan bahwa TVRI dan RRI masih menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Jika kedua lembaga ini kehilangan banyak kontributornya, akses informasi masyarakat di wilayah tersebut bisa terganggu.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini