reginternasional

Ketika Menko Ekonomi RI Beberkan Alasan Nego Dagang ke Amerika Serikat, Soal Tekan Tarif Resiprokal Donald Trump

Jumat, 18 April 2025 | 22:12 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (kanan). (Kalimantansatu.com/Dok. IG @potus, @airlanggahartarto.official)

Sebelumnya diketahui, produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, dan furnitur menjadi produk yang tarifnya lebih tinggi dari pesainganya di ASEAN.

Airlangga menjelaskan, meskipun saat ini tarif tinggi didiskon sementara menjadi 10 persen, AS tetap menerapkan tarif proteksionis untuk barang tekstil dan garmen sebesar 10-37 persen.

Baca Juga: Nego Tarif Impor Donald Trump, Menko Ekonomi Airlangga Hartarto Sebut Bakal Ada Perusahaan Indonesia yang Investasi di Amerika Serikat

Artinya, hal itu apabila diakumulasi komoditas asal Indonesia memiliki biaya yang tergolong besar untuk masuk ke pasar AS.

"Meski saat ini tarif 10 persen untuk 90 hari, di tekstil, garmen, ini kan sudah ada tarif 10-37 persen maka 10 persen tambahan bisa 10 tambah 10 atau 37 tambah 10," terang Airlangga.

"Ini concern kita karena ekspor kita biayanya lebih tinggi, karena ini di-sharing kepada pembeli dan juga ke Indonesia sebagai pengirim," tandasnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini