reginternasional

Isi Gelas Jamuan Makan Malam Presiden Prabowo-Macron Sempat Bikin Ramai, Seskab Teddy: Bukan Wine, Tidak Mengandung Alkohol

Sabtu, 31 Mei 2025 | 15:52 WIB
Sekretariat Kabinet membagikan foto menu makan malam saat menjamu Presiden Macron. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @sekretariat.kabinet)

KALIMANTANSATU.COM - Sempat gaduh di media sosial gara-gara foto jamuan makan malam Presiden Prabowo dan Presiden Macron pada Rabu malam, 28 Mei 2025.

Dalam foto tersebut, tampak Presiden Prabowo dan Presiden Macron beserta Ibu Negara Brigitte Macron duduk bersama dalam meja bundar dengan suguhan gelas minuman yang berjajar.

Saat jamuan makan malam tersebut, Prabowo dan Macron melakukan toast dengan mengangkat gelas.

Menjadi pembicaraan hangat di media sosial karena muncul dugaan bahwa ada minuman beralkohol yang disajikan dalam acara kenegaraan itu.

Terlebih lagi gelas yang diangkat saat momen toast berisi cairan berwarna keemasan.

Baca Juga: Apa Alasan Konservasi Borobudur Melarang Kunto Bimo ? Aksi Menyentuh Arca di Stupa Candi Seperti yang Dilakukan Presiden Emmanuel Macron

“Oh, itu Sparkling Apple Cider, 100 persen jus,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman resminya pada Sabtu, 31 Mei 2025.

“Bukan wine ya, dan tidak mengandung alkohol, itu memang yang dipilih buat toast, karena non alkohol,” imbuhnya.

Tak hanya merilis keterangan, akun media sosial resmi milik Sekretariat Kabinet juga mengunggah foto menu yang dihidangkan pada malam tersebut.

Foto menu yang diunggah tersebut juga menampilkan botol minuman yang berisi keterangan di dalamnya.

Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa protokol jamuan makan malam di Istana tetap memperhatikan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Dorong Lompatan Besar Dalam Tata Kelola Pangan Nasional: Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Petani Untung Besar

Melalui pernyataan tersebut, Seskab Teddy berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasar.

Selain itu, juga dapat melihat bahwa seluruh rangkaian acara kenegaraan digelar sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku di Indonesia.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini