reginternasional

Dibesarkan Tanpa Ayah, Sekolah Rakyat Bikin Nyala Api Harapan Andra Terus Berkobar untuk Mengubah Garis Kehidupan Keluarga

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 08:41 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Andra Farizki Ramdhani (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM - Hidup tanpa kehadiran ayah tidak membuat langkah Andra Farizki Ramdhani terhenti. 

Kini nyala api harapannya terus berkobar untuk mengubah garis kehidupan keluarga.

Di bawah asuhan ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga, siswa kelas 10-4 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan itu menemukan harapan baru lewat hadirnya Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Pesan Haru Siswi Sekolah Rakyat NTT Sebut Presiden Prabowo Subianto, Sofia : 'Seperti Orang tua yang Sudah Angkat Saya dari Tempat Gelap ke Terang'

Di tengah keterbatasan ekonomi, Andra mengaku Sekolah Rakyat telah membuka jalan baginya untuk meraih pendidikan yang layak.

“Buat Bapak Presiden Prabowo, terima kasih udah buat Sekolah Rakyat. Karena ini buat orang-orang nggak mampu. Bikin anak-anak semangat belajar, nggak males-malesan, biar pinter juga. Ini juga bikin Indonesia maju,” ucap Andra penuh haru saat ditemui di sekolahnya, Selasa (12/8/2025).

Sekolah Rakyat tempat Andra belajar adalah sekolah berasrama.

Baginya, masa adaptasi di asrama adalah pengalaman berharga meski penuh tantangan.

“Kesannya pasti jauh dari orang tua, masih kangen. Tapi enaknya di sini rame sama teman-teman, ada aja kisah lucunya,” kata Andra.

Baca Juga: Permintaan Presiden Prabowo Subianto ke Guru Sekolah Rakyat, Siapkan Generasi untuk Putus Kemiskinan

Rutinitas hariannya padat: bangun pagi, salat Subuh, olahraga, hingga upacara sebelum masuk kelas. Sore hari ia biasa menelpon ibunya untuk sekadar menanyakan kabar.

“Dulu dibangunin mama, sekarang dibangunin teman. Dulu makan masakan mama, sekarang makan rame-rame,” ujarnya lirih.

Meski kadang merasa suntuk dengan lingkungan asrama yang itu-itu saja, Andra menemukan semangat dari persahabatan.

Ia sering bercanda dengan Fatir dan Reza, dua teman dekatnya di kamar.

Dari hal sepele seperti rebutan kamar mandi hingga bercanda karena lupa menaruh barang, semuanya menjadi bumbu kebersamaan. “Asik aja ngobrol sama mereka. Jadi kayak keluarga sendiri,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini