reginternasional

Akui Kritik Penting bagi Demokrasi, Presiden Prabowo Subianto : Pemimpin yang Tidak Mau Dikoreksi Akan Terjebak Dalam Kesalahan

Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta, Rabu (29/10/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto )

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kritik dalam kehidupan berdemokrasi. Menurutnya, pemimpin tidak boleh alergi terhadap masukan, sebab kritik sejatinya adalah “vitamin” yang memperkuat arah perjalanan bangsa.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Polri sepanjang satu tahun terakhir di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Prabowo tidak hanya untuk memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang berjasa menghentikan peredaran narkoba, tetapi juga menyampaikan pandangan mendasar tentang demokrasi dan kepemimpinan.

Baca Juga: Tegaskan Pentingnya Sikap Terbuka ! Presiden Prabowo Subianto Akui Pemimpin Harus Mau Dikoreksi dan Pengabdian Dijalankan dengan Ikhlas

"Bersaing bagus, kritik harus, koreksi harus. Pemimpin yang tidak mau dikoreksi dia akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan,” ujar Prabowo di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran kabinet Merah Putih, para tokoh agama, serta perwakilan organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menerima kritik.

Ia mengaku kerap menyempatkan diri menyimak berbagai obrolan publik media sosial.

"Saya suka malam-malam buka podcast-podcast (kritik) itu, kadang-kadang dongkol juga yah. Apa ini? Tapi saya catat," ungkapnya.

Ia juga membagikan pelajaran hidup yang pernah diberikan gurunya ketika dirinya difitnah saat masih muda.

"Jangan takut difitnah. Saya dulu punya guru, waktu saya masih muda, saya kena fitnah dua-tiga kali, saya down. Tahu-tahu saya ngeluh ke guru saya,” kenangnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Bilang Boleh Berbeda dan Bersaing ! Tapi Bangsa Indonesia Harus Tetap Satu Keluarga, Tidak Terpecah Belah dan Gotong-royong

Gurunya kala itu justru menegaskan bahwa difitnah adalah tanda bahwa dirinya diperhitungkan.

“Jangan kecil hati, engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan, engkau difitnah karena engkau ditakuti. Oh, kok takut sama saya? Iya, engkau difitnah berarti kau disuruh hati-hati,” ucapnya mengingat pesan sang guru.

Dengan nada bercanda, Prabowo sempat bertanya para hadirin.

Halaman:

Tags

Terkini