reginternasional

Hiu Paus Jantan Mati Terdampar di Purworejo, Dokter Hewan Lakukan Bedah Bangkai, Ini Hasilnya

Rabu, 10 Desember 2025 | 17:30 WIB
Seekor hiu paus jantan berukuran 5,2 meter ditemukan terdampar di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin (9/12/2025) pagi. (Kalimantansatu.com/Dok. Yayasan Sealife Indonesia)

Untuk memastikannya, Drh Dwi Suprapti mengambil sampel isi lambung tersebut untuk dilakukan kimia analisis dan/atau uji toksikologi, sebab kecenderungan sementara kematian hiu paus ini terindikasi kearah toksikasi.

Namun untuk lebih lanjut masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

Kejadian Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa

Berdasarkan data LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, selama kurun waktu tiga tahun terakhir (2022-2025), tercatat sebanyak 24 kali antara lain 2 pandeglang, 1 lebak, 7 cilacap, 4 kebumen, 4 kulonprogo, 1 bantul, dan 3 purworejo.

“Data kami menunjukkan hiu paus terdampar dominasi terjadi pada bulan September hingga Februari dengan puncak jumlah tertinggi pada bulan Oktober dan November, meskipun juga beberapa terjadi di bulan Juni dan Agustus,” kata LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, Budi Raharjo.

Menurutnya, keterdamparan hiu paus sebagai megafauna juga dapat dikaitkan dengan keterdamparan mamalia laut dimana pada tahun 2025 telah terjadi 4 kali.

Oleh sebab itu, refresh koordinasi jejaring penanganan biota laut terdampar dan peningkatan skill SDM perlu dilakukan supaya penanganan dapat dilakukan secara sigap dengan metode yang tepat.

Selain itu, perlu ada penelitian cepat untuk dapat memberikan hasil sebagai rekomendasi upaya yang tepat dalam melestarikan dan menjaga populasi megafauna tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo, Wiyoto Harjono, mengatakan, hingga saat ini sudah terjadi empat kejadian, termasuk di Pantai Pasir Puncu ini.

Menurutnya, penyebab pasti kematian hiu paus masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan.

Namun, faktor lingkungan dapat berperan besar.

“Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan hiu dapat terdampar. Seperti adanya perubahan suhu dan salinitas air laut secara frontal maupun fluktuatif tinggi. Kemudian juga bisa karena adanya perubahan pada zona feeding ground atau gangguan pada saat migrasi,” ungkap Wiyoto.

Selain itu, gangguan internal seperti masalah organ pencernaan hingga pernapasan juga dapat menjadi pemicu.

“Bisa juga karena adanya gangguan pada sistem tubuh hiu itu sendiri. Misalnya ada permasalahan pada sistem pencernaan, pernapasan, dan sebagainya sehingga menyebabkan hiu terdampar,” lanjutnya.

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra mengatakan, berdasarkan publikasi terkait ‘Satu dekade hiu paus terdampar diIndonesia’, menunjukkan peningkatan kejadian keterdamparan hiu paus selama lima tahun terakhir ini, dan selatan Jawa menjadi pusat dari kejadian-kejadian hiu paus terdampar ini.

Halaman:

Tags

Terkini