reginternasional

Mahasiswa Indonesia Bersyukur Jalani Student Exchange di UEA, Buah Diplomasi Prabowo Saat Menjadi Menhan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, ABU DHABI — Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Sersan Mayor Dua Kadet Matematika Alif Shahnur mengaku bersemangat mengikuti program student exchange di Rabdan Academy, Uni Emirat Arab (UAE).

Dia berkomitmen untuk membawa pulang ilmu serta wawasan global yang dia dapat guna memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

Program Rabdan Academy ini merupakan hasil kerja sama internasional antara Indonesia dan UEA. Investasi di bidang pendidikan, khususnya pertahanan ini, ditanam semasa Presiden RI Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Memandang Solusi Dua Negara sebagai Jalan Damai Berkelanjutan untuk Palestina

Program pertukaran pelajar yang berlangsung selama satu semester di Faculty of Homeland Security tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan di level global.

“Rabdan Academy, program ini pencetusnya adalah Bapak Presiden sendiri,” ujar Alif, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri menghadirkan tantangan sekaligus pelajaran yang sangat berkesan.

“Tantangan yang paling sering kami hadapi selama di luar negeri mungkin bagaimana menghadapi perbedaan kultur,” ungkapnya.

Meski demikian, Alif menekankan bahwa pengalaman akademik yang diperoleh justru memperkaya sudut pandangnya, terutama dalam bidang manajemen bencana.

“Banyak dari perspektif dosen-dosen di sini yang luar biasa, memperluas perspektif saya sendiri. Mungkin ini yang akan saya bawa ke Indonesia nanti,” lanjut Alif.

Baca Juga: Palestina Buka Kantor Penghubung dengan Board of Peace, Siap Jalankan Koordinasi Tugas-tugas Jalur Gaza

Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin, Karina Alexandria Silaban menyoroti pentingnya penguasaan ilmu keamanan dan pertahanan sebagai bekal untuk mengabdi kepada negara.

Karina juga menyampaikan bahwa berbagai perspektif serta pertukaran gagasan yang diperoleh selama program berlangsung, termasuk terkait keamanan perbatasan, akan diterapkan secara nyata.

“Segala perspektif dan pertukaran pikiran antara dosen dan apa yang terjadi di Indonesia itu menjadi ilmu yang akan saya terapkan, terutama dalam hal keamanan di perbatasan,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini