KALIMANTANSATU.COM, SUKAHARJO – Dua tahun terakhir menjadi masa paling berat dalam hidup Anissa Yuhotima (30).
Sejak suaminya meninggal dunia, ia harus menjalani peran genda, sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga bagi dua anaknya.
Berbagai pekerjaan dilakoni demi sesuap nasi.
“Sudah 2 tahun ditinggal suami saya, meninggal. Anak saya 2, yang satu di Pondok, yang satu masih Balita,” kata Anissa di rumahnya, Desa Gondang, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).
Untuk bertahan, Anissa mengambil pekerjaan menjahit dari rumah.
Ia menerima jahitan dari konveksi rumahan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Bisa Rp50 ribu atau Rp60 ribu kalau pesanan lebih banyak.
Ia pun kini memilih tinggal bersama orang tuanya agar ia bisa fokus mencari nafkah dan anak-anaknya dititipkan kepada orang tuanya.
Dengan kondisi serba terbatas, ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarga seadanya.
“Ya Alhamdulillah, di cukup-cukupin, mas," ucapnya.
Kesempatan baru datang ketika dapur MBG di Polokarto membuka lowongan kerja.
Anissa bergabung sebagai divisi pengolahan.
Baca Juga: Kisah Nur dan Kejutan MBG untuk Ayah di Sigi: Ketika Cemas Berujung Tangis Haru