Sejak saat itu, perlahan tapi pasti kondisi ekonominya mulai membaik.
“Sekarang Alhamdulillah, mas, ekonominya juga sudah membaik. Bisa mencukupi keluarga, bisa membantu orang tua juga. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Alhamdulillah,” ucapnya penuh syukur
Bagi Anissa, bekerja di MBG bukan hanya soal penghasilan tambahan.
Ia juga menemukan lingkungan kerja yang memberinya semangat dan pengalaman baru.
“Alhamdulillah, sampai sekarang enggak ada (masalah) mas. Senang banget, mas. Banyak teman, banyak pengalaman,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Reaksi Penerima Manfaat ketika MBG Disebut Program Jahat oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto
Dari hasil kerjanya, ia kini mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan anaknya yang masih balita dan akan segera masuk sekolah. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran MBG.
“Alhamdulillah, terbantu sekali untuk orang-orang seperti saya, mas. Sangat terbantu, mas. Saya mau mengucapkan banyak terima kasih sama Bapak Prabowo,” ucapnya.
Menurutnya, program ini layak untuk terus berlanjut karena memberi dampak nyata bagi masyarakat kecil.
“Kalau menurut saya, Pak, berharapnya terus berlanjut sampai 10 tahun ke depan. Kenapa? Karena lebih membantu ekonomi seperti orang-orang seperti saya, mas,” sambungnya.
Kebahagiaannya semakin lengkap ketika anaknya yang duduk di kelas 5 SD juga menerima manfaat MBG di sekolah. “Alhamdulillah, sudah. Senang, mas,” tegasnya.
(*)