Kucing Lynx Mesir Serang Tentara Israel di Stasiun Perbatasan Sekitar Gunung Harif

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Selasa, 25 Maret 2025 | 13:50 WIB
Ilustrasi kucing Lynx Mesir (Kalimantansatu.com/Pixabay NickyPe)
Ilustrasi kucing Lynx Mesir (Kalimantansatu.com/Pixabay NickyPe)

KALIMANTANSATU.COM - Seekor kucing liar Mesir, yang disebut Lynx Mesir menyusup ke pangkalan militer Israel di stasiun perbatasan sekitar Gunung Harif, 18 Maret 2025.

Kucing Lynx Mesir tersebut dikabarkan tertangkap setelah menyerang dan melukai beberapa tentara Israel dalam insiden tak tertandingi yang telah menjadi viral di media sosial.

Lynx, kucing liar di Mesir, dengan cepat menjadi topik yang paling banyak dibicarakan dan disebutkan di platform media sosial setelah serangannya terhadap pasukan Israel.

Banyak pengguna media sosial bereaksi dengan humor, mengumumkan bahwa para prajurit itu menerima hukuman yang setimpal dan bercanda menyebut binatang itu sebagai "antisemit."

Sementara yang lain ironisnya bertanya-tanya apakah Lynx sekarang mungkin dikutuk.

Baca Juga: Inilah Sosok Dirut BRI Baru ! Hery Gunardi Pernah Sukses Bangun BSI Sebagai Lokomotif Ekonomi Syariah Nasional Berstandar Global

Dilansir Gulf Today berdasarkan berbagai sumber media, beberapa laporan telah diajukan kepada pihak berwenang tentang gigitan predator liar yang menargetkan prajurit infanteri Israel di perbatasan Pendudukan Mesir-Israel.

Pihak berwenang Israel akhirnya menangkap lynx tersebut dan membawanya ke lembaga medis khusus untuk diperiksa.

Rincian lebih lanjut tentang Lynx masih belum terungkap.

Media Israel berspekulasi bahwa lynx tersebut telah menyeberang dari Mesir, meskipun tidak ada bukti atas spekulasi tersebut.

Perbatasan gurun adalah rumah bagi banyak predator dan satwa liar non-predator, yang memungkinkan pertemuan seperti itu.

Baca Juga: Optimistis OCBC NISP Setelah RUPST 2025 ! Kinerja Keuangan Solid, Komitmen Solusi Keuangan Inovatif dan Berkelanjutan bagi Nasabah

Sebagai informasi, Lynx berukuran panjang antara 60 hingga 90 cm, berat 8 hingga 20 kg, dan tinggi sekitar setengah meter di bahu. Ia memiliki taring panjang, cakar tajam, dan masa hidup 12 hingga lima belas tahun di alam liar.

Predator ini mampu mencapai kecepatan 80 km/jam. Ia memangsa hewan pengerat, kelinci liar, dan burung.

Ia juga dapat menyerang hewan yang lebih besar seperti rusa, monyet, domba, dan kambing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Sumber: Gulf Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X