"Bahkan saya Kakorlantas saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu," ujar Agus kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat, 19 September 2025.
"Apalagi padat, ini kita evaluasi biarpun ada ketentuannya pada saat kapan menggunakan sirene termasuk tot tot," sambungnya.
Agus mengatakan jajarannya di Korlantas juga sudah diminta untuk tidak menggunakan pengawalan dengan sirene dan strobo.
"Ini saya terima kasih kepada masyarakat untuk Korlantas sementara kita bekukan. Semoga tidak usah harus pakai tot tot lagi lah," tukasnya.
(*)
Artikel Terkait
Rajawali Kapital Emas Beli Saham ARCI (Archi Indonesia) Sebanyak 2,97 Miliar Lembar dari Rajawali Corpora dan Wijaya Anugerah Cemerlang, Harga Berapa?
Bank Indonesia Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Ditingkatkan agar Sesuai Kapasitas Perekonomian, Perry Warjiyo Beberkan Strateginya
Kini Mediapreneur Talks Promedia 2025 Hadir di Kota Surabaya, Ikuti Seminar Bisnis yang Terbuka untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
CoreLab Promedia 2025 Bakal ke Kampus Unesa Surabaya, Ikuti Event Seru Menyelami Dunia Content Creator
Bikin Waswas Aja Nih ! Telusur Kasus Dugaan Pembobolan RDN BCA yang Bikin Sekuritas Boncos Rp70 Miliar
Perekonomian Dunia Masih Tren Melambat, Bank Indonesia Catat Ada Berbagai Indikatornya. Apakah Terkait Tarif Resiprokal AS ?
Bagaimana Kondisi Neraca Pembayaran Indonesia ? BI Pastikan Tetap Baik dan Mendukung Ketahanan Eksternal
Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Subianto Bakal Sambangi Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025
4 SPBU Swasta Setuju Ikut Impor BBM Lewat Pertamina Dengan 3 Syarat Ini
Enggan Jalankan Lagi! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Tax Amnesty Merupakan Insentif Orang Kibul-kibul, Bagaimana Nasib Pengampunan Pajak Jilid III?