Bank Indonesia Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Ditingkatkan agar Sesuai Kapasitas Perekonomian, Perry Warjiyo Beberkan Strateginya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 20 September 2025 | 13:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Kalimantansatu.com/Dok. Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Kalimantansatu.com/Dok. Bank Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu makin ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Pada triwulan III 2025, kata dia, sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih belum kuat.

"Dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi konsumen khususnya pada kelompok menengah ke bawah serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja," ungkapnya saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17 September 2025.

Tidak hanya itu, investasi juga perlu terus diperkuat melalui percepatan realisasi berbagai program prioritas Pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah.

Baca Juga: BI Rate Turun ke Level 4,75%, Lending Facility ke 5,5% dan Deposit Facility ke 3,75% ! Perry Warjiyo Tegaskan Upaya Bersama Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Lanjut Perry, ekspor diprakirakan lebih baik ditopang oleh kenaikan ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (CPO) ke India seiring penurunan bea impor.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian," timpalnya.

Dari sisi fiskal, jelas Perry, belanja Pemerintah diprakirakan akan meningkat di semester II 2025 sejalan dengan implementasi proyek prioritas Pemerintah terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025.

"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, pelonggaran likuiditas, peningkatan insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan," terangnya.

Baca Juga: Ternyata, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sering Kenakan Outfit Andalan Ini di Berbagai Kesempatan

"Dengan penguatan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6–5,4%," pungkasnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X