Fenomena Passion Economy, Cara Konten Kreator Menyalurkan Hobi hingga Menjadi Ladang Uang

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Senin, 25 Agustus 2025 | 19:09 WIB
Ilustrasi uang hasil passion economy. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Maklay62)
Ilustrasi uang hasil passion economy. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Maklay62)

Muncul saat Gen Z Terdampak Covid-19

Usut punya usut, Generasi Z disebut sebagai motor utama dari tren ini. Terlahir di era teknologi, mereka tumbuh bersama media sosial.

Maka tak heran jika banyak anak muda kini lebih memilih menyalurkan kreativitas lewat konten digital daripada terikat pada pekerjaan kantoran.

Baca Juga: Jadi Fenomena ! Mengapa Warga Indonesia Ramai Tinggalkan Facebook demi Eksis di TikTok ? Apakah YouTube Masih Digandrungi pada Tahun 2025 ?

Dari sisi yang lain, pandemi Covid-19 semakin mempercepat tren ini. Saat banyak orang bekerja dari rumah, muncul kesadaran bahwa mencari nafkah tidak selalu harus di kantor.

Hal itu membuat passion economy dianggap sebagai fenomena kerja yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Perkembangan media sosial dan platform digital pun kini dinilai telah mempermudah siapa pun untuk memonetisasi keterampilan.

Tidak perlu menjadi selebritas besar, cukup dengan menghadirkan sesuatu yang unik dan konsisten, peluang untuk mendapat penghasilan terbuka lebar.

Apakah kamu tertarik mencobanya, fren ?

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X