KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan taktis yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Khususnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam memfasilitasi pencarian solusi atas permasalahan pasokan gas untuk sektor industri nasional.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menilai inisiatif dan komitmen yang ditunjukkan oleh pimpinan DPR RI ini menjadi angin segar di tengah tantangan pemenuhan energi dan bahan baku yang tengah dihadapi oleh para pelaku manufaktur domestik.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian mendalam dan langkah konkret dari Bapak Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI. Fasilitasi yang beliau berikan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan guna mencari jalan keluar masalah gas ini adalah angin segar yang sangat dibutuhkan industri ditengah tantangan berat dan kompleks saat ini," ungkap Febri Hendri di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Febri menambahkan, kepastian pasokan gas bumi dengan harga yang kompetitif merupakan urat nadi bagi keberlangsungan investasi dan produktivitas berbagai sektor industri kritis di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenperin juga menyuarakan aspirasi dan harapan besar dari para pelaku industri nasional terkait implementasi kebijakan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT).
Febri menegaskan, sektor manufaktur sangat berharap agar kuota pasokan gas dapat dipenuhi secara utuh sesuai dengan apa yang telah menjadi keputusan resmi pemerintah.
Baca Juga: Pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia Duduk Bareng di Rapat Koordinasi Bahas Stabilitas Makroekonomi
Kemenperin menggarisbawahi poin-poin penting yang diharapkan oleh pelaku industri:
1. Penyaluran 100% Sesuai Regulasi: Pasokan gas bumi melalui skema AGIT harus dipenuhi sepenuhnya tanpa ada pemotongan (curtailment) di lapangan.
2. Tanpa Pengurangan Volume: Pelaku industri meminta agar volume yang sudah dialokasikan tidak dikurangi sepihak, karena hal tersebut langsung berdampak pada penurunan kapasitas produksi dan efisiensi pabrik.
3. Kepastian Operasional: Keandalan pasokan energi sangat menentukan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun ekspor.
"Pelaku industri sangat berharap agar apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah terkait AGIT dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan. Tidak boleh ada pemotongan atau pengurangan volume, karena setiap penurunan pasokan akan langsung mengoreksi produktivitas manufaktur kita," tegas Febri.
Artikel Terkait
Geser Pelayanan ke Berbasis Nilai Manfaat, BPJS Kesehatan Sasar Penanganan Jantung hingga Tekan Tren Caesar
Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia Ahmad Najmi Shahab jadi Sorotan, Sebelumnya Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Juga Jabat Komisaris Krakatau Posco
Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026, HP Hadirkan Inovasi untuk Bantu Masyarakat Indonesia Ubah Potensi AI Menjadi Hasil Nyata
[KOLOM OPINI] Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy
1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Pemerintah demi Pastikan Pemerataan Ekonomi, Qodari: Menjangkau Pelosok Desa yang Jarang Tersentuh
Lagi ! Pemerintah Tempatkan Dana Kas Rp281 Triliun di Bank-bank BUMN, Demi Jaga Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit
Presiden Prabowo Turunkan Harga Gas Industri, Bahlil Lahadalia Tegaskan Demi Jaga Daya Saing Industri dan Tekan Biaya Produksi
Sesuai Arahan Prabowo, Qodari Beberkan Stimulus Ekonomi Semester II untuk Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Tantangan Global
Pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia Duduk Bareng di Rapat Koordinasi Bahas Stabilitas Makroekonomi
Pemerintah Resmi Luncurkan Logo dan Identitas Visual HUT ke-81 RI, Usung Semangat Persatuan dalam Keberagaman