KALIMANTANSATU.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi soal alokasi anggaran bagi dua lembaga baru yang dibentuk Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sebelumnya diketahui, kedua lembaga itu adalah Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dan Badan Industri Mineral.
Perihal itu, kini Sri Mulyani menjelaskan pihaknya masih menunggu kedua badan tersebut benar-benar terbentuk secara resmi sebelum menentukan alokasi anggaran.
"Ya, kalau sudah dibentuk pasti nanti ada turunannya," ujarnya saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Baca Juga: Emak-emak Kudu Siap Nih ! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bilang 2026 Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK
Pernyataan Sri Mulyani ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai dari mana sumber anggaran untuk operasional lembaga baru tersebut.
Wanita kelahiran Bandar Lampung tersebut juga mengakui pembentukan dua badan baru ini merupakan bagian dari kebutuhan pemerintah.
Kendati demikian, ia tetap menekankan bahwa setiap badan negara wajib menyesuaikan dengan kerangka anggaran yang tersedia, dan memastikan pengelolaan dana tetap efisien dan tidak menambah beban fiskal secara berlebihan.
"Semua akan dilihat sesuai dengan prioritas pembangunan nasional," ucap Sri Mulyani.
Sebagai informasi, pembentukan Badan Otorita Pantura Jawa disebut bertujuan untuk menangani penurunan muka tanah dan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Adapun, Badan Industri Mineral difokuskan pada riset dan pengembangan mineral strategis.
Berkaitan dengan hal itu, Sri Mulyani menyebut persoalan anggaran tidak bisa dijawab secara instan.
"Kami tunggu dulu dasar hukumnya. Kalau sudah resmi, baru dibicarakan kebutuhan anggarannya," tukasnya.
(*)
Artikel Terkait
Mengapa OJK Minta Bank Turunkan Bunga Kredit ? Ini Alasannya
Kemenperin Soroti Sikap Paradoks Asosiasi Tekstil: Klaim Butuh Perlindungan, Ternyata Impor Naik 239 Persen
Seusai Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto, Begini Kata Ilmuwan AstraZeneca Carina Citra Dewi Joe Hingga Seniman Jaja Miharja
Ada Apa Ini ? Dana Pensiun ASN di PT Taspen Berpotensi Terancam ! Pemerintah Wanti-wanti Risiko Likuiditas
Terungkap saat Rapat Kemendagri, Komisi II DPR RI dan Kepala Daerah ! Hanya 11 Provinsi Masuk Kategori Fiskal Kuat di Indonesia, Paling Banyak Lemah
14 Cara Sukses Jualan Online Tahun 2025 ! Manfaatkan Marketplace untuk Menjangkau Pembeli Lebih Luas dan Penghasilan Ekstra
Mengenal Apa itu Kopra Mandiri, Keuntungan, Jenis Layanan, Siapa yang Bisa Menggunakan Hingga Cara Daftar untuk Nasabah Baru dan Lama Bank Mandiri
Apakah Perusahaan Rugi Bisa IPO di BEI ? Go Public Menjadi Kesempatan untuk Mengumpulkan Modal Signifikan
Sudah Melapor ke Presiden Prabowo, Mentan Amran Sulaiman Klaim Harga Beras Turun dan Siap Lakukan Kebijakan Ini
Emak-emak Kudu Siap Nih ! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bilang 2026 Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK