Produk Sawit-Karet Bebas Tarif Impor Amerika Serikat, Sempat Diproyeksikan untuk Dorong Pertumbuhan 5,4 Persen Ekonomi Indonesia

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Kalimantansatu.com/Dok. Kementerian Perekonomian RI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Kalimantansatu.com/Dok. Kementerian Perekonomian RI)

Terpisah, menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso pernah menyampaikan target agar negosiasi tarif dengan AS selesai sebelum 1 September 2025.

“Mudah-mudahan sebelum 1 September sudah selesai,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Baca Juga: Patriot Bond Danantara Ditargetkan Himpun Dana Rp50 Triliun, Kapan Jadwal Rilis dan Berapa Imbal Hasilnya ?

Budi menjelaskan, pemerintah fokus untuk mendorong pengurangan tarif terhadap komoditas yang tidak diproduksi oleh AS, dan menegaskan meski dikenakan tarif 19 persen, posisi Indonesia masih lebih kompetitif dibandingkan negara lain.

“Kalau kita lihat, tarif resiprokal 19 persen itu cukup bagus di kawasan Asean. Bahkan lebih kecil dari beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand,” tandasnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X