Sementara itu, dokumen WTO yang diperoleh Reuters menunjukkan produsen makanan AS khawatir aturan ini berdampak pada ekspor ke Indonesia.
Nilai ekspor produk pangan AS ke Indonesia tercatat sekitar Rp892 miliar per tahun.
Industri makanan dalam negeri pun ikut meminta penundaan sehingga kebijakan ini beberapa kali tidak masuk daftar prioritas legislasi.
Meski begitu, pakar kesehatan publik dari CISDI, Diah Saminarsih, menilai kebijakan ini sangat krusial.
“Industri memang selalu memberikan tekanan, tapi semakin banyak orang Indonesia jatuh sakit karena penyakit tidak menular seperti kanker dan diabetes akibat pola makan tidak sehat,” ujarnya.
(*)
Artikel Terkait
Dari Kopi Sumba hingga Tenun Kapuas, UMKM Daerah Bangga Didukung Presiden Prabowo Subianto
Datang Melayat, Getar Suara Pasha Ungu Mendoakan Jenazah Affan Kurniawan Driver Ojol Tewas Ditabrak Rantis Brimob
Tutup Program Kindness to Progress 2025, IFG Sukses Beri Dampak Positif untuk Masyarakat Desa Ngabab Kabupaten Malang
5 Saham Kena Suspend BEI Setelah Harga Melonjak, Salah Satunya JARR Perusahaan Milik Haji Isam
Tekanan Jual 29 Agustus 2025 ! IHSG Hari Ini Ambles 2,03% ke Posisi 7,790.92 Hingga Pukul 11.02 WIB
Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Investigasi Transparan Insiden Ojol Affan Kurniawan Meninggal Dilindas Mobil Rantis Brimob
Presiden Prabowo Subianto Berduka Atas Insiden Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob, Kehidupan Keluarga Dapat Perhatian Khusus
Insiden Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob, Presiden Prabowo Subianto: Saya Kecewa, Usut Tuntas! Petugas Harus Tanggung Jawab !
Teriakan Histeris Ibu Affan Kurniawan saat Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Ojol yang Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob
Yuk Belajar Sejak Dini ! Ada 6 Instrumen Investasi yang Bisa Dicoba Generasi Muda, Apa Saja ?