Kini Peringkat Tiga Ekonomi Syariah Global, Menko Airlangga Hartarto Optimis Indonesia Bisa Menjadi Nomor Satu ! Apa Alasannya ?

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 13 Oktober 2025 | 08:38 WIB
Kini Peringkat Tiga Ekonomi Syariah Global, Menko Airlangga Hartarto Optimis Indonesia Bisa Menjadi Nomor Satu (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Ekon Kemenko Perekonomian)
Kini Peringkat Tiga Ekonomi Syariah Global, Menko Airlangga Hartarto Optimis Indonesia Bisa Menjadi Nomor Satu (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Ekon Kemenko Perekonomian)

KALIMANTANSATU.COM - Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report.

Kekuatan utama ekonomi syariah Indonesia itu berada pada modest fashion, pariwisata ramah muslim, serta industri farmasi dan kosmetik halal.

Namun, di sisi lain, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk memperkuat sektor halal food, keuangan syariah, serta media dan rekreasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, di sektor pakaian misalnya, demand atau kebutuhan akan pakaian muslim konsumsinya sebesar USD20 miliar atau sekitar Rp289 triliun.

Baca Juga: Bank Indonesia Tegaskan Generasi Muda Adalah Motor Utama Transformasi Ekonomi Syariah, Minta Lakukan Hal Ini

Di industri makanan-minuman ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menjalankan syariah full compliance karena di Indonesia wajib halal.

Lanjut dia, ekonomi industri makanan-minuman termasuk produksi dan seluruh value chain, nilainya adalah USD109 miliar atau Rp1.000 triliun.

Airlangga bilang, bukan tidak mungkin peringkat Indonesia bisa naik apabila syariah compliance terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia, bahkan bisa menjadi nomor satu.

"Jadi kalau ini kita terus dorong syariah compliance, maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga, kita bisa menyalip ke nomor satu. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” ungkap Airlangga Hartarto, dalam acara Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival 2025 (ISEF 2025), di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga: Bank Indonesia Anggap Ekonomi dan Keuangan Syariah Punya Potensi Besar untuk Menjadi Jangkar Stabilitas Perekonomian Dunia

Di dalam negeri, kata Airlangga, kinerja ekonomi syariah menunjukkan tren positif dan potensi yang besar.

Hal tersebut diindikasikan dengan pangsa usaha syariah dalam PDB terus meningkat, produk halal tersertifikasi melonjak pesat, ekspor produk halal semakin kompetitif, dan aset keuangan syariah tumbuh konsisten hingga lebih dari Rp10 ribu triliun pada 2025.

“Pemerintah menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu prioritas nasional dalam RPJPN 2025-2045. Fokusnya adalah memperkuat peran keuangan syariah, mengoptimalkan dana sosial syariah untuk pengentasan kemiskinan, memperkuat industri halal dan UMKM, serta membangun regulasi dan kelembagaan yang lebih kokoh,” pungkasnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X