Bikin Geram ! Warga Pesanggaran Demo Tolak Tambang Emas PT Bumi Suksesindo (BSI) : Gunung Tumpang Pitu Bukan Hanya Tanah, Sumber Kehidupan Warga

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 14 November 2025 | 08:53 WIB
Gerakan Rakyat Selamatkan Tumpang Pitu (GRSTP) menggelar aksi demo tolak tambang PT BSI (Bumi Suksesindo) di lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 12 November 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. AdaTah.com)
Gerakan Rakyat Selamatkan Tumpang Pitu (GRSTP) menggelar aksi demo tolak tambang PT BSI (Bumi Suksesindo) di lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 12 November 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. AdaTah.com)

KALIMANTANSATU.COM - Gerakan Rakyat Selamatkan Tumpang Pitu (GRSTP) menggelar aksi demo tolak tambang PT BSI (Bumi Suksesindo) di lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 12 November 2025.

Spanduk dibentangkan oleh peserta aksi sebagai bentuk kegeraman mereka warga.

Spanduk itu bertuliskan "Kalian Keruk Gunung, Kami yang Tertimbun Derita! Tumpangpitu Menangis, Rakyat Bangkit” di samping bak truk yang dipasang seperangkat sound system.

Baca Juga: Hearing Soal Tambang Emas di Kantor DPRD Banyuwangi, Warga Pesanggaran Kecewa Perwakilan PT Bumi Suksesindo Tak Bisa Menjawab Pertanyaan Tuntutan

Spanduk tersebut sebagai bentuk penolakan mereka terhadap aktivitas tambang emas PT BSI di Gunung Tumpangpitu yang dinilai merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Spanduk dan poster berisi seruan untuk menghentikan eksploitasi tambang dibuat sebagai alat menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak ekologis yang ditimbulkan.

Sebut saja kerusakan hutan, sumber air yang mulai berkurang, serta ancaman bencana longsor di kawasan selatan Banyuwangi.

Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia, Raden Teguh Firmansyah menegaskan, rakyat Pesanggaran sudah cukup menderita akibat aktivitas tambang yang tidak berpihak pada kelestarian alam.

“Kami berdiri di sini bukan untuk melawan pembangunan, tetapi untuk menyelamatkan masa depan Banyuwangi. Gunung Tumpang Pitu bukan hanya tanah, tapi sumber kehidupan bagi ribuan warga. Jika gunung rusak, rakyat yang tertimbun derita,” tegas Raden Teguh Firmansyah di tengah aksi dikutip Kalimantansatu.com dari AdaTah.com pada Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: Sumatera Barat Masuk 10 Besar Provinsi Terbanyak Penyaluran KUR 2025, Tembus Rp6,46 Triliun untuk Pembiayaan Kredit 104.389 debitur Hingga 31 Oktober

Ia juga menyerukan agar pemerintah daerah dan pusat segera meninjau ulang izin pertambangan PT BSI di wilayah Gunung Tumpangpitu dan sekitarnya.

"Pembangunan ekonomi seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan hak hidup masyarakat setempat," ucapnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X