Maluku Utara Darurat Tata Kelola Tambang ! Laporan JATAM Bongkar Konflik Kepentingan, Kriminalisasi Warga, Kerusakan Lingkungan dan Perang Korporasi

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 20 November 2025 | 21:46 WIB
Ilustrasi aktivitas pertambangan. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay ELG21)
Ilustrasi aktivitas pertambangan. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay ELG21)

Polemik Saham Gubernur

Di tengah situasi perizinan yang semrawut ini, publik juga mempertanyakan transparansi kepemilikan saham tambang milik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Sebelumnya, JATAM merilis laporan terpisah mengenai keterkaitan keluarga Sherly dengan lima perusahaan tambang di Malut.

JATAM menilai bahwa di provinsi dengan pengawasan tambang yang lemah, kepentingan bisnis pejabat publik menjadi isu serius dalam etika tata kelola.

Baca Juga: Kisah Misteri Kematian Dirut BJB Yusuf Saadudin ! Meninggal Dunia Jelang RUPSLB di Desember 2025, Diduga Sempat Kena Bola Golf yang Dipukul Rekannya

Sherly telah membantah adanya konflik kepentingan dan menegaskan bahwa seluruh saham yang dimilikinya adalah warisan keluarga, serta telah keluar dari semua kepengurusan perusahaan sebelum dilantik.

“Saya dari awal transparan saya punya saham di beberapa perusahaan tambang itu tidak ada yang salah,” katanya.

“Saya punya saham karena itu turun waris ketika almarhum meninggal.” timpalnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X