KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot penguatan hilirisasi perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan pekebun.
Upaya ini dilakukan agar komoditas perkebunan, khususnya kakao, tidak hanya berhenti pada produksi bahan baku, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui program produksi dan penyediaan benih kakao unggul oleh produsen benih terpilih.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan melibatkan pekebun, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Di wilayah Polewali Mandar, program ini mencakup kegiatan produksi benih kakao pada lahan seluas 5.250 hektare, dengan target produksi mencapai 5.250.000 benih kakao unggul.
Benih tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada petani penerima manfaat di Polewali Mandar guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta daya saing kakao nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi harus dimulai dari penguatan sektor hulu, terutama melalui penyediaan benih unggul yang berkualitas dan berkelanjutan.
Baca Juga: Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
“Hilirisasi perkebunan merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan pekebun. Benih unggul menjadi fondasi utama agar produktivitas meningkat dan hasil perkebunan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Mentan Amran.
Selain penyediaan benih, program ini juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan perkebunan modern berbasis inovasi dan teknologi.
Regenerasi pekebun menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan keberlanjutan sektor perkebunan sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha kakao yang adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa percepatan penyediaan benih unggul merupakan bentuk komitmen Ditjen Perkebunan dalam memperkuat fondasi pembangunan perkebunan nasional.
“Penyediaan benih unggul yang tepat mutu dan tepat waktu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pekebun,” katanya.
Artikel Terkait
Targetkan Swasembada Pangan Papua Dalam Waktu Maksimal 3 Tahun, Begini Rencana Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman
Sidak Harga dan Stok Pangan Pasar Tebet Barat saat Nataru, Mentan Amran Sulaiman Masih Temukan Harga Minyak Goreng Rakyat Dijual Pedagang di Atas HET
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
Targetkan Serapan Gabah Tembus 4 Juta Ton Tahun 2026, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Cara Mencapainya
Data Jumlah Populasi Sapi Potong Indonesia 2025 : Pulau Jawa Penyumbang Terbesar ! Cek Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua per Provinsi
125 Daftar Karisma Event Nusantara 2026 (KEN 2026) di 38 Provinsi Indonesia ! Sudah Diluncurkan Kementerian Pariwisata, Ada Rencana Liburan Gaes ?
Profil Thomas Djiwandono yang Menjadi Deputi Gubernur BI Menggantikan Juda Agung, Intip Rekam Jejak Keponakan Prabowo Subianto
Anak Usaha ENRG PT Imbang Tata Alam Temukan Minyak di Malacca Strait Riau, Bos Energi Mega Persada Ungkap Estimasi Produksinya
Bantah Klaim Indah Megahwati ! Moch Arief Cahyono Tegaskan Dugaan Korupsi Rp27 Miliar di Lingkungan Kementan Bukan Fitnah, Ini Penjelasannya