Produktivitas Kentang Kerinci Meningkat 8,76 Persen Tahun 2025, Kementan Dorong Terobosan Untuk Menjaga Stabilitas Produksi dan Harga Kentang

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:27 WIB
Ilustrasi kentang.  (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Wounds_and_Cracks)
Ilustrasi kentang. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Wounds_and_Cracks)

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sunusi menjelaskan bahwa produksi kentang nasional, khususnya kentang sayur jenis granola, berada dalam kondisi sangat mencukupi.

“Catatan statistik sementara hingga saat ini menunjukkan produksi kentang nasional kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare. Sentranya terbentang dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara. Sebagian besar didominasi jenis kentang sayur atau populer dengan varietas granola. Untuk jenis ini, produksi kita sudah sangat mencukupi kebutuhan,” terang Agung.

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK Baru Sekaligus Wakil ! Hasan Fawzi Jabat KE PMDK

Menurut Agung, Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan melakukan berbagai terobosan untuk menjaga stabilitas produksi dan harga kentang.

Upaya tersebut antara lain melalui pemberdayaan BUMD atau jejaring pelaku usaha, pengembangan diversifikasi produk olahan berbahan baku kentang, serta kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.

“Perluasan akses pasar dan hilirisasi menjadi langkah konkret yang bisa ditempuh untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membantu petani kentang. Semua pihak harus berkolaborasi,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan meminta pemerintah daerah, khususnya kabupaten/kota, untuk mendorong hilirisasi komoditas pertanian lokal guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.

“Hilirisasi adalah kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegas Mentan Amran.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kementerian Pertanian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X