Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 3 Februari 2026 | 17:37 WIB
Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit (Prod. Kalimantansatu.com)
Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit (Prod. Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM – Danantara bergerak cepat membedah sengkarut definisi bisnis di tubuh asuransi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Fokus utama tertuju pada pemisahan saklek antara portofolio General Insurance dan Credit Insurance (Penjaminan) yang selama ini kerap tumpang tindih.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria bilang, langkah ini krusial untuk menyelamatkan mandat Askrindo dan Jamkrindo sebagai tulang punggung penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dia mengatakan kajian mendalam tengah dilakukan untuk memastikan lini bisnis penjaminan benar-benar "murni" dan terpisah dari risiko asuransi kerugian biasa.

Baca Juga: Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonom Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya

"Kita sedang memilah, mana yang murni general insurance dan mana yang murni guarantee. Tidak boleh lagi ada area abu-abu yang membingungkan secara tata kelola," kata Dony dalam Investor Daily Roundtable dengan tema Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia, belum lama ini.

Keseriusan ini dibuktikan dengan intensitas pertemuan tingkat tinggi antara Danantara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tercatat, dua kali pertemuan digelar dalam sebulan terakhir khusus untuk memetakan risiko dan regulasi pemisahan ini.

Sementara menurut OJK, pemisahan ruang ini untuk membuat pelaku industri itu kuat dari segi permodalan dan penerapan manajemen risiko bisa berjalan dengan baik.

“Jika semuanya terpenuhi, baik itu permodalan dan manajemen risikonya, bisa menjadi jaminan untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan akan lebih sustain,” ucap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono beberapa waktu lalu.

Baca Juga: UKP Mendengar : Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal

Dengan strategi ini, Danantara ingin memastikan setiap entitas memiliki spesialisasi yang tajam: Asuransi Umum fokus pada proteksi kerugian aset, sementara Holding Penjaminan fokus menjadi benteng risiko kredit nasional.

Di waktu dan tempat terpisah, Pengamat Asuransi Wahju Rohmanti menilai Indonesia Financial Group (IFG) tepat sebagai holding asuransi ke depannya, karena memiliki tujuan jelas yaitu memperkuat perusahaan-perusahaan asuransi BUMN melalui pengelolaan yang terpusat.

“Tentu implementasinya adalah agar mereka (perusahaan asuransi dan reasuransi BUMN) beroperasi efisien dan sehat secara keuangan,” ujar Wahju beberapa waktu lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X