Kondisi ini mencerminkan masih dominannya ekspor bahan mentah dan lemahnya hilirisasi industri.
"Angka penerimaan negara yang rendah menunjukkan bahwa kita masih menjual bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar negeri," ujar Dany.
Dany menjelaskan, selain cadangan mineral strategis, Indonesia juga memiliki peluang besar dari secondary resources dan limbah industri tambang.
“Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.
Di sisi lain, monetisasi sumber daya sekunder ini dinilai dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Penguatan Riset Jadi Kunci
Dany menambahkan, seluruh potensi tersebut harus diorkestrasi melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kapabilitas industri nasional. Hal itu mencakup penguasaan teknologi, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan iklim regulasi yang mendukung industri dalam negeri.
“Saat ini, anggaran riset Indonesia yang masih sekitar 0,3% dari PDB dinilai belum memadai untuk mendorong Indonesia bertransformasi dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi pencipta inovasi,” sebutnya.
Kerangka strategi dirangkum Dany dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive.
Distinctive yaitu mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, mulai dari bioenergi hingga ekonomi halal, serta mendorong diferensiasi pasar domestik.
Kemudian, Adaptive yaitu merespons dinamika global seperti CBAM, geopolitik multipolar, integrasi AI dalam industri, serta transisi energi hijau.
Adapun, Inclusive yaitu membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, dan perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang koheren.
(*)
Artikel Terkait
Saham HOTL Terancam Delisting ! Manajemen Saraswati Griya Lestari Beri Kabar Terbaru ke BEI
Apa itu Southern Long Leg Doji Saham ? Investor dan Trader Wajib Paham, Ketahui Cara dan Contoh Analisanya
Melihat Fokus 3 Hasil Pertemuan OJK dan MSCI Setelah IHSG Sempat Trading Halt 2 Hari, Dari Free Float Hingga Klasifikasi Investor Dalam SID
Repower Asia Indonesia (REAL) Kena Sanksi OJK ! UOB Kay Hian Sekuritas Hingga UOB Kay Hian Pte Ltd Juga Kena Denda Administratif
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Kena Sanksi OJK Gara-gara Hal Ini ! Pihak-pihak Terkait Lainnya Juga Kena Denda Administratif
Dana Masih Tersisa Rp280,9 M ! Bukalapak Rencana Kembali Buyback Saham BUKA, Apa Tujuannya ?
Lampaui Target, Kinerja Prapenjualan BSDE Tembus Rp10,04 T Sepanjang Tahun 2025 ! Begini Kata Bos Bumi Serpong Damai
Anak Usaha Xolare RCR Energy (SOLA) Dapat Kontrak Double Chipseal 10 KM dari PT Royaltama Mulia Konstruksi
Di Mempawah Kalbar, PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Melalui Penyediaan Pasokan Energi yang Andal dan Berkelanjutan
Kehadiran Booth BYD di IIMS 2026 Menyatukan Eksplorasi Teknologi EV dan Interaksi Bersama Komunitas Pengguna BYD BEYOND Community