Hasil Kunjungan ke Washington DC ! Indonesia Amankan Tarif 0 Persen Ekspor ke AS untuk 1.819 Produk, Apa Saja ?

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 20 Februari 2026 | 11:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, WASHINGTON DC - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengungkapkan, perjanjian ini saling menguntungkan kedua negara.

Bagi Indonesia, ART membuka lebar peluang ekspor sejumlah komoditas utama ekspor.

Sejumlah produk Indonesia, yaitu kopi, kakao, karet, minyak sawit, rempah-rempah, komponen elektronik & semikonduktor, komponen pesawat terbang mendapat tarif nol persen.

Total ada 1.819 pos tarif Indonesia yang mendapat tarif nol persen.

Baca Juga: Deal ! Indonesia Gembok Tarif 0 Persen bagi Ekspor Tekstil ke Amerika Serikat, 4 Juta Lapangan Kerja Bakal Terima Manfaat

"Dalam ART ini ada 1.819 post tarif, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, tarifnya adalah nol persen," kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Ia menamahkan, produk tekstil dan apparel Indonesia juga bisa masuk ke AS dengan tarif nol persen dengan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif nol persen dengan mekanisme TRQ," ucapnya.

Baca Juga: Proaktif Kembangkan Industri Otomotif Nasional, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Ungkap Strateginya

Kesepakatan tersebut sangat bermanfaat bagi Indonesia. Industri tekstil merupakan lapangan kerja bagi 4 juta orang di Indonesia.

Terbukanya akses pasar ke AS berarti menjaga kehidupan 4 juta pekerja beserta keluarga yang ditanggungnya.

"Tentunya memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," papar Airlangga.

Kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X