Selat Hormuz Ditutup Iran Setelah Konflik Dengan Amerika Serikat dan Israel, Apa Antisipasi Indonesia ? Bahlil Lahadalia Bilang Begini

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 3 Maret 2026 | 21:24 WIB
Selat Hormuz Ditutup Iran Setelah Konflik Dengan Amerika Serikat dan Israel, Apa Antisipasi Indonesia ? Bahlil Lahadalia Bilang Begini (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI )
Selat Hormuz Ditutup Iran Setelah Konflik Dengan Amerika Serikat dan Israel, Apa Antisipasi Indonesia ? Bahlil Lahadalia Bilang Begini (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI )

KALIMANTANSATU.COM - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyelenggarakan rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3/2026).

Rapat tersebut membahas dampak penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur lalu lintas perdagangan minyak dunia.

Sekitar 20 juta barel minyak bumi dari kawasan Timur Tengah melalui selat ini setiap hari.

Bahlil mengungkapkan, Indonesia mengimpor sekitar 20 sampai 25 persen kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah.

Baca Juga: Donald Trump Bersumpah Lanjutkan Serang Iran ! Sebut Kemungkinan Banyak Tentara Amerika Serikat Mati

Selain itu, Indonesia juga melakukan impor minyak dari berbagai kawasan lain seperti Afrika dan Amerika Selatan.

Untuk mengantisipasi penutupan Selat Hormuz, Indonesia akan menambah impor dari kawasan lain. Dengan begitu, pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dapat terjaga.

"Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude (minyak mentah) yang kita ambil dari Timur Tengah, sebagian kita alihkan untuk ambil dari Amerika. Ini supaya ada kepastian ketersediaan crude kita," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3/2026).

Ia menambahkan, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah. Sedangkan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak ada impor dari kawasan itu.

Baca Juga: 20 Warga Pakistan Tewas saat Demo Setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Karena Serangan Rudal Amerika Serikat dan Israel

Bahkan Indonesia saat ini sudah tidak mengimpor Solar.

Sekarang yang masih diimpor adalah bensin RON 90, RON 93, RON 95, dan RON 98. Sebagian besar dipasok dari kawasan Asia Tenggara.

"Alhamdulillah secara kebetulan untuk impor jenis BBM seperti ini tidak kita lakukan dari Timur Tengah, tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Timur Tengah termasuk dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif tidak ada masalah," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X