Selain penguatan sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Pemanfaatan energi panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin akan terus didorong selama didukung oleh teknologi yang efisien dan kompetitif.
Dalam konteks tersebut, Bahlil menegaskan bahwa percepatan transisi energi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang tidak dapat diprediksi.
"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, guna menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional di tengah dinamika geopolitik.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri gas dan transisi energi global.
(*)
Artikel Terkait
Ancaman Krisis Pangan Global Menghantui Dunia Pasca Konflik Timur Tengah, Apakah Indonesia Aman dari Kelaparan ? Ini Kata Mentan Amran Sulaiman
Kesempatan Buat Pegawai Bukalapak Nih ! Intip Jadwal dan Harga Pelaksanaan Mesop II BUKA
Apa Proyek Strategisnya ? Konsorsium Petrosea (PTRO), PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya Resmi Dibentuk
Jasnita Telekomindo (JAST) Dukung WFH Tanpa Hambatan sebagai Solusi Komunikasi Terintegrasi, Ini Langkah Strategisnya
Kepala BAIS TNI Mundur ! Tanggung Jawab atas Tindakan Oknum BAIS Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Program Revitalisasi Sekolah era Prabowo Subianto Serap 238 Ribu Tenaga Kerja dan Hidupkan 58 Ribu UMKM
Benarkah Anggaran Pendidikan Dikurangi oleh Pemerintah era Prabowo Subianto ? Begini Penjelasan Kepala Staf Kepresidenan M Qodari
97 Pinjol Kena Sanksi KPPU ! Total Denda Rp755 Miliar, Apa Penyebab Fintech P2P Lending atau Pinjaman Daring Dinyatakan Bersalah ?
Inilah Daftar 97 Pinjol Kena Denda KPPU ! Dari Total Rp755 Miliar, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Paling Gede Sanksinya
Izin BPR Koperindo Jaya Dicabut OJK, Segala Kegiatan Usaha Dihentikan dan Semua Kantor Ditutup