KALIMANTANSATU.COM - Berawal dari video viral tumpukan sampah yang ditonton lebih dari satu juta kali, aksi nyata bertajuk The Guardians of The River sukses mengumpulkan lebih dari 7 ton sampah di bantaran Sungai Musi, kawasan Kampung Kapitan, Palembang, pada Sabtu (25/7/2026).
Digerakkan oleh kolaborasi pemuda dalam rangka Hari Sungai Nasional 2026, gerakan ini berhasil menyatukan ratusan relawan dan dukungan lintas sektor demi kelestarian ikon Kota Palembang.
Baca Juga: Alit Suwirya Terpilih Aklamasi Pimpin ATVLI 2026–2030: Nahkoda Baru Televisi Lokal di Era Digital
Inisiatif lingkungan berbasis kolaborasi komunitas di Palembang ini mencatatkan beberapa pencapaian penting, diantaranya sebagai berikut :
- Timbulan Sampah Terangkut: Lebih dari 7 ton sampah berhasil dibersihkan dari area bantaran Sungai Musi hanya dalam kurun satu hari.
- Animo Relawan Melunjak: Pendaftar tembus 1.000 orang lebih dari target awal 100 peserta. Panitia menerjunkan 450 relawan terpilih demi faktor keselamatan dan efektivitas.
- Inisiator Pemuda: Kegiatan positif ini digagas oleh Muhammad Hafidz Alfurqan (ICCN Sumsel) dan Rere Gita (Jejak Rasa Palembang) berlandaskan kepedulian bersama atas kondisi Sungai Musi.
- Dukungan Lintas Sektor: Aksi ini memperoleh sokongan kurang dari sepekan dari PLN Unit Induk Keramasan, BPD HIPMI Sumsel, Dinas Pariwisata, DLH, Dinas PUPR, akademisi, hingga pelaku UMKM lokal.
Dari Keresahan Media Sosial Menjadi Aksi Lapangan
Kepedulian publik yang meluap di kolom komentar video viral sampah Sungai Musi mempertemukan dua sosok pemuda Palembang, yakni Muhammad Hafidz Alfurqan (Koordinator Indonesia Creative Cities Network/ICCN Sumsel lulusan Australia Awards) dan Rere Gita (Founder Jejak Rasa Palembang pengusung Ketek Kalcer).
Menyadari perlunya tindakan nyata di luar ranah digital, keduanya merancang The Guardians of The River.
Gerakan ini menjadi wadah edukasi dan gotong royong yang melibatkan beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Keberhasilan mengangkut 7 ton sampah dalam aksi perdana ini membuktikan besarnya dampak perubahan apabila masyarakat dan pemangku kepentingan bergerak secara kolektif.
Rencana Platform Jangka Panjang dan Budaya Baru
The Guardians of The River diproyeksikan tidak sekadar berhenti pada aksi pembersihan massal.
Ke depan, inisiatif ini dirancang menjadi platform jangka panjang yang mencakup:
Artikel Terkait
Buku Digital Retrospektif Kota Kreatif Diluncurkan ICCN, Merekam Perjalanan Kota-Kabupaten Kreatif Indonesia
Viral Kasus Videografer Amsal Sitepu, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Anggap Momentum Menata Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia
Sinergitas Pemkab Pulau Taliabu dan ICCN untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif
ICCN Bareng Intel, IGVI dan AXIOO Class Program Gelar Pelatihan Eksklusif untuk 158 Guru Vokasi, Sejumlah Skill Ini Dikupas Habis !
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Terobosan KUR Berbasis Kekayaan Intelektual
ICCN Bareng Yayasan Lintas Batas Gelar ICF 2026 ! Angkat Boon Pring sebagai Ruang Hidup, Satukan Budaya, Alam dan Ekonomi
ICCN Bakal Gelar Indonesia Culture Festival 2026 di Malang, Hadirkan Persepektif Baru Memahami Kebudayaan
Indonesia Creative Cities Network Buka Open Submission Festival Kreatif ICCN 2026, Apa Tujuannya dan Bagaimana Cara Daftar ?
ICCN Suguhkan Indonesia Culture Festival sebagai Platform Pemajuan Kebudayaan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif
Perkuat Pengembangan Talenta Kreatif Nasional, ICCN Teken Kerja Sama Strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif