ekonomi-bisnis

Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonom Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya

Selasa, 3 Februari 2026 | 17:26 WIB
ILUSTRASI EKONOMI - Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonomi Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya (Kalimantansatu.com/Dok. stevepb)

KALIMANTANSATU.COM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menutup tahun 2025 dengan performa yang lebih solid, didorong oleh akselerasi belanja pemerintah dan perbaikan aktivitas investasi. Kondisi ini mencerminkan penguatan fundamental ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Office of the Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan produk domestik bruto Indonesia tumbuh 5,23 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025.

Proyeksi ini berpotensi menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III 2022, ketika ekonomi nasional bangkit kuat pascapandemi.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menerangkan, dorongan utama pertumbuhan pada akhir 2025 berasal dari peran aktif kebijakan fiskal dan mulai pulihnya investasi.

Baca Juga: Ada Rencana Buyback Saham IMPC Rp500 M, Begini Penjelasan Manajemen Impack Pratama Industri

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan menguat signifikan, terutama ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah dan perbaikan aktivitas investasi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 5,07 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen.

Kenaikan ini menunjukkan resiliensi ekonomi nasional tetap terjaga.

Belanja pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan pada kuartal IV 2025.

Pengeluaran pemerintah diproyeksikan meningkat 8,0 persen secara tahunan, melonjak dibandingkan pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Alfamart Tambah Investasi Saham Rp35 M di PT Lancar Wiguna Sejahtera, Manajemen Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Ungkap Tujuannya

Andry menilai lonjakan belanja fiskal di akhir tahun menjadi faktor penentu.

“Kami melihat belanja fiskal yang meningkat tajam di akhir tahun menjadi faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level tertinggi sejak 2022,” katanya.

Kenaikan belanja pemerintah tercermin dari belanja pegawai yang meningkat sekitar 40,0 persen secara tahunan.

Halaman:

Tags

Terkini