Sementara itu, belanja modal melonjak hingga 44,2 persen, sejalan dengan percepatan berbagai proyek pemerintah menjelang penutupan tahun anggaran.
Belanja bantuan sosial juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 70,4 persen secara tahunan.
Sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah turut menggulirkan stimulus fiskal senilai Rp37,4 triliun pada kuartal IV 2025.
Paket stimulus ini mencakup program magang, bantuan langsung tunai, serta diskon periode libur akhir tahun yang diharapkan mampu menopang konsumsi rumah tangga.
Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Utama
Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga diproyeksikan tumbuh 5,0 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal III yang sebesar 4,9 persen.
Menurut Andry, konsumsi tetap menjadi pilar utama pertumbuhan.
“Konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan baik, didukung oleh stimulus pemerintah serta peningkatan aktivitas ritel selama periode libur akhir tahun,” ujarnya.
Penguatan konsumsi terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang rata rata mencapai 5,0 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 4,0 persen pada kuartal sebelumnya.
Aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat menjelang akhir tahun.
Mandiri Spending Index juga mencatat kenaikan yang cukup kuat, terutama didorong oleh belanja terkait mobilitas.
Hal ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan dan konsumsi jasa masyarakat.