Melalui program strategis, Ditjen LIP mendorong optimalisasi lahan (oplah) hingga 300 ribu hektare, khususnya pada lahan eksisting dengan indeks pertanaman rendah agar produktivitas dapat ditingkatkan. Selain itu, program cetak sawah baru ditargetkan mencapai 150 ribu hektare pada 2026, dengan memastikan kesiapan lahan dan ketersediaan air.
Penguatan infrastruktur air dilakukan melalui pengembangan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan embung, serta dam parit guna menjaga distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan.
Untuk mempercepat implementasi, Ditjen LIP menargetkan seluruh proses verifikasi dan pemberkasan usulan rampung pada akhir April sehingga konstruksi dapat dimulai pada awal Mei.
“Kami dorong percepatan verifikasi agar seluruh program bisa segera direalisasikan di lapangan,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan bahwa kombinasi stok pangan yang kuat, intervensi infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga produksi nasional tetap stabil di tengah tantangan iklim.
(*)