Ancaman Musim Kemarau 2026 Menghantui di Tengah Potensi El Nino, Bagaimana Antisipasi Pemerintah Indonesia ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 26 April 2026 | 11:29 WIB
Ilustrasi kekeringan akibat El Nino musim kemarau 2026. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay _Marion)
Ilustrasi kekeringan akibat El Nino musim kemarau 2026. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay _Marion)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah Republik Indonesia (RI) memastikan produksi pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman potensi musim kemarau 2026.

Hal ini lantaran didukung kondisi cadangan beras yang kuat serta langkah mitigasi terkoordinasi lintas sektor.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kesiapan pemerintah menghadapi dinamika iklim berada dalam kondisi terkendali, seiring dengan penguatan stok nasional.

Amran bilang, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Baca Juga: Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton ! Tertinggi Dalam Sejarah, Begini Penegasan Mentan Amran Sulaiman

“Kalau dampak ini, ada El Nino, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok kita sudah 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Mentan Amran dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Penguatan ketahanan pangan tersebut ditopang sinergi lintas sektor yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA), serta Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP).

Dalam menjaga produktivitas, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mendukung program irigasi dan penyediaan benih unggul sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau.

Dari total anggaran tersebut, lebih dari Rp3 triliun difokuskan untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk pompanisasi dan optimalisasi sumber air, khususnya di wilayah rawan kekeringan.

Baca Juga: Akselerasi Hilirisasi Perkebunan Jadi Strategi Besar Pemerintah Indonesia Untuk Kemandirian Nasional dan Nilai Tambah Komoditas Domestik

Bukan Kejadian Tahunan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan, secara umum kondisi iklim Indonesia masih sangat mendukung sektor pertanian, meskipun potensi kekeringan tetap harus diantisipasi.

Fenomena kekeringan akibat El Nino disebut bukan kejadian tahunan, melainkan siklus yang pernah terjadi pada 2015 dan 2019.

“Kondisi iklim Indonesia sebenarnya sangat baik untuk pertanian. Kekeringan tidak terjadi setiap saat dan kita sudah cukup familiar dalam menghadapinya,” ujar Ardhasena, Senin sore.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X