Melalui program strategis, Ditjen LIP mendorong optimalisasi lahan (oplah) hingga 300 ribu hektare, khususnya pada lahan eksisting dengan indeks pertanaman rendah agar produktivitas dapat ditingkatkan. Selain itu, program cetak sawah baru ditargetkan mencapai 150 ribu hektare pada 2026, dengan memastikan kesiapan lahan dan ketersediaan air.
Penguatan infrastruktur air dilakukan melalui pengembangan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan embung, serta dam parit guna menjaga distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan.
Untuk mempercepat implementasi, Ditjen LIP menargetkan seluruh proses verifikasi dan pemberkasan usulan rampung pada akhir April sehingga konstruksi dapat dimulai pada awal Mei.
“Kami dorong percepatan verifikasi agar seluruh program bisa segera direalisasikan di lapangan,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan bahwa kombinasi stok pangan yang kuat, intervensi infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga produksi nasional tetap stabil di tengah tantangan iklim.
(*)
Artikel Terkait
Tak Hanya Australia ! India dan Filipina Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Hal Ini
Jadi Bukti Nyata Hilirisasi ! Anggap Strategi Pemerintah Buahkan Hasil Investasi Rp498 Triliun di Triwulan I 2026, Ini Analisis NEXT Indonesia Center
Membuka 706 Ribu Lapangan Kerja ! Investasi yang Masuk ke Indonesia Tembus Rp498,8 T di Triwulan I 2026
Tumbuh 8,2% ! Realisasi Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 T di Triwulan I 2026, Rosal Roeslani Beberkan Rinciannya
Asuransi Bukan Investasi Gaes ! Ini yang Harus Kamu Dipahami Sebelum Membeli Polis
IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo Karena Dorong UMKM Naik Kelas secara Berkelanjutan
ICCN Bareng Intel, IGVI dan AXIOO Class Program Gelar Pelatihan Eksklusif untuk 158 Guru Vokasi, Sejumlah Skill Ini Dikupas Habis !
Kayong Utara Tunjukkan Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi, PSN di Pulau Penebang jadi Motor Penggerak Perekonomian
Akselerasi Hilirisasi Perkebunan Jadi Strategi Besar Pemerintah Indonesia Untuk Kemandirian Nasional dan Nilai Tambah Komoditas Domestik
Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton ! Tertinggi Dalam Sejarah, Begini Penegasan Mentan Amran Sulaiman