KALIMANTANSATU.COM - Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja reses ke area tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Pulau Merah, Desa Sumberagung, Banyuwangi, pada Kamis (23/7/2026).
Dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), audiensi tertutup tersebut menampung keluhan masyarakat setempat yang mengaku belum merasakan manfaat kesejahteraan secara nyata.
Meskipun, PT BSI telah beroperasi selama satu dekade dan Pemkab Banyuwangi memiliki saham di perusahaan tersebut.
Poin Utama Temuan Reses Komisi IV DPR di Pulau Merah
Dari hasil penyerap aspirasi bersama tokoh masyarakat di Kecamatan Pesanggaran, Komisi IV DPR RI mencatat sejumlah poin evaluasi kritis:
- Keluhan Kesejahteraan Masyarakat: Warga lokal mengungkapkan belum merasakan dampak ekonomi yang signifikan dari keberadaan tambang emas PT BSI di wilayah mereka.
- Pertanyaan Efektivitas Dividen Saham: Kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi di PT BSI dinilai belum optimal dalam mendongkrak kesejahteraan warga sekitar, meski aktivitas produksi telah berjalan selama 10 tahun.
- Sinyal Evaluasi Perizinan & Operasional: DPR menegaskan keberadaan tambang emas yang tidak memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar layak untuk dievaluasi secara menyeluruh.
Sorotan Komisi IV DPR Terkait Saham dan Dividen PT BSI
Seusai memimpin pertemuan tertutup, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto merespons laporan warga mengenai minimnya dampak ekonomi dari aktivitas pertambangan emas tersebut.
Beliau mempertanyakan kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
"Apakah masyarakat di Banyuwangi sudah sejahtera, padahal perusahaan tambang berada di depan mata," lontar Titiek Soeharto kepada para wartawan seusai acara seperti dikutip Kalimantansatu.com dari AdaTah.com, mitra Promedia Group.
Ia menggarisbawahi, kepemilikan saham pemerintah daerah seharusnya dapat dikonversi menjadi dividen yang dirasakan langsung oleh publik.
"Padahal pemerintah daerah punya saham disini (PT BSI), harusnya kan dapat deviden. Dividen dengan nilai produksi yang sudah 10 tahun mestinya rakyat disini sudah bisa sejahtera," tegas Titiek Soeharto.