Baca Juga: Yuk Belajar Sejak Dini ! Ada 6 Instrumen Investasi yang Bisa Dicoba Generasi Muda, Apa Saja ?
3. Salah Pilih Jenis Polis
Bagi banyak keluarga, asuransi permanen terlihat menarik karena ada nilai tunai yang bisa ditarik. Namun, pakar mengingatkan produk ini tidak selalu cocok.
“Hampir selalu, asuransi berjangka sudah cukup,” kata Michael.
Ia mengingatkan bahwa nilai tunai yang diambil akan mengurangi manfaat kematian yang diterima keluarga.
Ben Lies, pendiri Delphi Advisers menyebut portofolio investasi biasa ditambah asuransi berjangka hampir selalu memberikan hasil lebih baik daripada mengandalkan polis dengan nilai tunai.
Selain itu, lanjut Ben Lies, asuransi berjangka jauh dinilai lebih murah.
4. Mengabaikan Detail Polis
Banyak orang hanya melihat jumlah premi dan nilai pertanggungan tanpa membaca detail syarat dan ketentuan. Padahal, detail kecil bisa sangat penting.
Pastikan memahami berapa lama polis berlaku, apakah ada pengecualian penyakit tertentu, dan bagaimana jika terjadi perubahan pekerjaan. Damsky menyarankan masyarakat untuk mencari informasi dari sumber netral.
“Jangan hanya percaya pada brosur perusahaan asuransi. Mulailah dari regulator seperti NAIC (National Association of Insurance Commissioners) untuk informasi edukasi,” ujar Damsky.
5. Tidak Pernah Meninjau Ulang Polis
Asuransi bukan keputusan sekali beli untuk selamanya. Kehidupan berubah, dan polis juga harus menyesuaikan.
“Perubahan itu unik sesuai kondisi. Setidaknya, tinjau kembali setiap lima tahun atau saat ada peristiwa besar seperti menikah, punya anak, atau bercerai,” kata Michael.
Dengan menghindari lima kesalahan umum ini, keluarga bisa memastikan perlindungan yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan.
Artikel Terkait
Sudah Tahu Emas Online ? Instrumen Investasi Kekinian yang Ubah Cara Orang Menabung Emas
Membongkar Rahasia Warren Buffett yang Punya Strategi Jitu Investasi Reksa Dana Rendah Plus Obligasi Jangka Pendek, Bagaimana Caranya ?
Ketahui 4 Papan Pencatatan Bursa Saham BEI Sebelum Investasi ! Apa itu Papan Utama, Papan Ekonomi Baru, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi ?
Walau Berisiko Tinggi, Mengapa Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto ?
Tips Langkah Awal Investasi Saham di 2025: Fokus pada Konsistensi, Bukan Modal yang Besar
Selain Saham dan Sukuk di Pasar Modal, Ini 4 Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Menjadi Alternatif untuk Umat Islam
Yuk Belajar Sejak Dini ! Ada 6 Instrumen Investasi yang Bisa Dicoba Generasi Muda, Apa Saja ?
Jangan Panik Ketika Harga Saham Turun Sob ! Fluktuasi itu Biasa, Ketahui 5 Pilar Ketenangan dalam Investasi Saham bagi Pemula
Cara Tetap Tenang Ketika IHSG Bergejolak ! Logika vs Emosi, Ketahui 4 Bias Psikologis di Dunia Investasi Saham yang Umum Terjadi