KALIMANTANSATU.COM - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) meraup pendapatan sebesar Rp 697,6 miliar secara konsolidasi pada sembilan bulan pertama tahun 2025.
Angka tersebut naik 87,2% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp372,5 miliar.
Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling banyak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 72,1%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat & processing) sebesar 22,2%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 3,6%, dan komoditas pertanian (commodity) sebesar 2,1%.
Dari segi Ebitda, Perseroan juga sudah membukukan Ebitda positif pada periode ini yaitu Rp5,6 miliar, membaik dari periode sama tahun sebelumnya yang masih mencatat ebitda negatif Rp87,8 miliar.
CEO WMPP Tumiyono menegaskan, Ebitda yang tercatat positif menunjukkan kinerja Perseroan mulai mengalami perbaikan meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan.
Hal ini ditopang oleh peningkatan bisnis Poultry khususnya segmen penjualan karkas.
"Peningkatan tersebut adalah hasil dari strategi efisiensi dan penguatan lini bisnis utama, diiringi dengan pemanfaatan momentum positif dari kebijakan pemerintah di sektor pangan dan protein hewani melalui program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Tumiyono dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).
Meskipun masih rugi, lanjut dia, WMPP berhasil menekan rugi bersihnya menjadi Rp173,6 miliar hingga Q3-2025, atau turun 44% dibanding rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp310,7 miliar.
Kedepannya, Perusahaan akan berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan menjalankan sejumlah rencana strategis.
Selain terus melakukan efisiensi di sejumlah titik, WMPP akan fokus meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan yang ditargetkan dapat meningkatkan volume penjualan, terutama pada bisnis cattle dan poultry.
Untuk itu, kata Tumiyono, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif untuk mendorong percepatan pertumbuhan Perseroan.
Saat ini, WMPP juga sedang dalam status pasca-homologasi setelah memperoleh putusan pengesahan (homologasi) dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas Perjanjian Perdamaian dalam perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang No. 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst pada 8 September 2025.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Boy Thohir Borong 3,1 Juta Lembar Saham Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) dalam 3 Hari Transaksi di Pasar Reguler
Kabar Saham Hari Ini : Blooming Years PTE. LTD Akuisisi PT Emway Globalindo dan Emway Singapore PTE Limited, Perkuat Posisi Multitrend Indo (BABY)
Kabar Saham Hari Ini: Red Planet Indonesia (PSKT) Lanjutkan Peremajaan Aset Sebagai Strategi Jangka Panjang di Jaringan Monoloog Hotels & Hotel Pusako
Kabar Saham Hari Ini : Ashmore Asset Management Indonesia Lanjutkan Buyback Saham AMOR Mulai 21 November 2025, Sampai Kapan Batas Tanggal Terakhirnya?
Kabar Saham Hari Ini : Grup Sampoerna Lepas Kepemilikan 65,72% Sampoerna Agro ! Twinwood Family Holdings Limited Jual Saham SGRO ke AGPA Pte Ltd
Kabar Saham Hari Ini : Mohammad Jusuf Hamka Borong Saham CMNP Sebanyak 634 Juta Lembar, Tegaskan Sebagai Pengendali Citra Marga Nusaphala Persada
Kabar Saham Hari Ini : Anak Usaha Bumi Resources (BUMI), Kaltim Prima Coal (KPC) Raih 6 Penghargaan Bergengsi di ICEA 2025
11 Daftar Saham Perusahaan yang Pindah dari Papan Pengembangan ke Papan Utama BEI per November 2025, Dua Diantaranya PANI dan DNET
4 Daftar Saham Perusahaan yang Pindah dari Papan Utama ke Papan Pengembangan BEI per November 2025, Satu Diantaranya PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)
Kabar Saham Hari Ini : Hensel Davest Indonesia (HDIT) Lepas Seluruh Kepemilikan Saham PT Doeku Peduli Indonesia, Apa Alasannya ?