KALIMANTANSATU.COM - Sebagian Saham Seri B Milik PT Danantara Asset Management (DAM) di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dialihkan kepada Negara Republik Indonesia melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) pada 6 Januari 2026.
Hal ini menyusul telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang antara lain memuat ketentuan kepemilikan saham, sebagaimana dalam Pasal 2 ayat (3) yaitu Negara Republik Indonesia memiliki saham 1% pada BUMN yang merupakan saham seri A Dwiwarna melalui Kepala Badan Pengaturan BUMN dan PT Danantara Asset Management (Persero).
"BP BUMN selaku Pemegang Saham Perseroan menyetujui untuk menerima pengalihan dan DAM selaku Pemegang Saham Perseroan menyetujui untuk mengalihkan atas sebagian saham Seri B milik DAM di Perseroan yang terdiri dari 154.771.174 lembar saham," ungkap Corporate Secretary KRAS Fedaus dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 7 Januari 2026.
Dengan pengalihan saham dari DAM kepada BP BUMN, maka kepemilikan saham BP BUMN pada Krakatau Steel menjadi 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dan 154.771.174 lembar saham Seri B.
"Saham Seri B yang dialihkan kepada Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna, sehingga nantinya kepemilikan saham Seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN pada Perseroan menjadi 1%," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Ada Happy Hapsoro, Bakrie dan Haji Isam ! Mengintip Signifikannya Kenaikan Saham Terafiliasi 3 Konglomerasi Baru di IDX Tahun 2025
Dicecar BEI ! Bos Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Bongkar Alasan Tingginya Nilai Jaminan untuk PT Jaring Logistik Indonesia
BCA Finance Limited Dilikuidasi di Hong Kong, Manajemen BBCA Jelaskan Penyebabnya
Capaian Strategis Pengembangan SDM, IFG Corporate University Dapat Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Berapa Nilai Tukar Petani Nasional 2025 Secara Kumulatif ? Dianggap Menguatkan Posisi Tawar Petani dan Sektor Pertanian, BPS Beberkan Datanya
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
DKFT Menjadi Penjamin Kredit Rp245 Miliar Mega Buana Resources dari Bank China Construction Bank Indonesia, Ini Penjelasan Bos Central Omega Resources
Melonjak 1.429,76 Persen Sejak IPO ! Harga Saham RLCO Hari Ini Sentuh Rp2.570 per Lembar, Investor Abadi Lestari Indonesia Panen Cuan
Kolaborasi PTPP dan Danantara Bangun Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Joko Raharjo : Ruang Transisi Sebelum Pemulihan Jangka Menengah dan Panjang