KALIMANTANSATU.COM - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memberikan respons positif terkait pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Saat momen tersebut, Agus Gumiwang menekankan pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis.
Di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap tersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri nasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja.
Sebagai industri hulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional.
Bagi Krakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam menciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Akbar Djohan menegaskan, industri baja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah dilakukan dapat berjalan optimal.
“Industri baja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang, industri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global yang tidak simetris,” ungkap Akbar Djohan dalam keterangan tertulisnya dikutip Kalimantansatu.com, Rabu (7/1/2026).
Akbar bilang, Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, namun upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada kepentingan nasional.
“Proteksi yang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mampu menopang pembangunan jangka panjang,” timpal Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Seperti diketahui, industri baja merupakan tulang punggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga pertahanan.
Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional berarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang.
Dalam hal ini Danantara menjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group..
Artikel Terkait
BCA Finance Limited Dilikuidasi di Hong Kong, Manajemen BBCA Jelaskan Penyebabnya
Capaian Strategis Pengembangan SDM, IFG Corporate University Dapat Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Berapa Nilai Tukar Petani Nasional 2025 Secara Kumulatif ? Dianggap Menguatkan Posisi Tawar Petani dan Sektor Pertanian, BPS Beberkan Datanya
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
DKFT Menjadi Penjamin Kredit Rp245 Miliar Mega Buana Resources dari Bank China Construction Bank Indonesia, Ini Penjelasan Bos Central Omega Resources
Melonjak 1.429,76 Persen Sejak IPO ! Harga Saham RLCO Hari Ini Sentuh Rp2.570 per Lembar, Investor Abadi Lestari Indonesia Panen Cuan
Kolaborasi PTPP dan Danantara Bangun Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Joko Raharjo : Ruang Transisi Sebelum Pemulihan Jangka Menengah dan Panjang
Sah ! BP BUMN Dapat Pengalihan Saham KRAS dari Danantara Asset Management, Manajemen Krakatau Steel Ungkap Jumlahnya
Bagaimana Nasib Suspensi Saham INAF Sejak 28 Juni 2024 ? Ada Kabar Terbaru, Bos Indofarma Ungkap Upaya Manajemen
Inflasi Indeks Harga Konsumen 2025 Terjaga ! Bank Indonesia Yakin Terkendali pada Tahun 2026 dan 2027