KALIMANTANSATU.COM - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengakuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang dimiliki oleh Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat).
Jumlah saham PADA yang dibeli INET sebanyak 1.687.455.000 (1,68 Miliar) lembar saham.
Nilai transaksi tersebut sebesar Rp106.390.655.000 (Rp106,3 Miliar) atau sebesar 29,41% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan dengan Opini Audit Tanpa Modifikasian, yang oleh karenanya dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020.
Baca Juga: Ada Rencana Buyback Saham IMPC Rp500 M, Begini Penjelasan Manajemen Impack Pratama Industri
Direktur Utama INET Muhammad Arif memastikan tidak terdapat hubungan afiliasi antara INET selaku Pembeli dan Kopindosat selaku Penjual.
Ia membeberkan pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi ini.
"Melalui akuisisi PADA, Perseroan dapat memperluas portofolio bisnisnya dari layanan digital dan teknologi murni ke layanan operasional berbasis tenaga kerja yang luas. Ini memungkinkan INET untuk memasuki segmen outsourcing dan manajemen SDM, yang selama ini berjalan terpisah dari lini inti bisnis teknologi," ungkapnya dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026).
Langkah tersebut bukan sekedar diversifikasi, tetapi juga memperluas lini pendapatan dan potensi sinergi baru antara solusi digital dan tenaga kerja manusia — terutama dalam layanan managed service, digital workforce, serta platform teknologi yang mendukung operasional SDM.
"Transaksi ini juga diharapkan menciptakan efisiensi operasional melalui konsolidasi fungsi back-office, teknologi, dan jaringan distribusi sumber daya. Efisiensi ini bisa menurunkan biaya unit dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang," timpalnya.
Selain itu, lanjut dia, kombinasi portofolio diharapkan menambah nilai jangka panjang bagi pemegang saham kedua perusahaan.
Adapun dengan adanya akuisisi tersebut pengaruh transaksi pada kondisi keuangan dan operasional Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Mendukung kekuatan operasional ekspansi Perseroan dan Entitas Anak lainnya terutama terkait proyek penggelaran jaringan FTTH di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Provinsi Kalimantan Barat.
2. Mengakselerasi ekspansi ke jasa outsourcing dan SDM terintegrasi, sehingga Perseroan tidak hanya menjadi pemain digital namun juga pengelola operasional berbasis SDM.
Artikel Terkait
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Imbau Waspada Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Akui Sejumlah Tantangan Subsektor Peternakan Nasional
OJK Limpahkan Berkas Kasus Pinjaman Daring PT Crowde Membangun Bangsa ke JPU, Ada Dugaan Pencatatan Palsu Dana Lender Kepada 62 Mitra Fiktif
Apa itu Parabolic SAR ? Dianggap Peta Harta Karun bagi Trader Saham, Ketahui Manfaat dan Cara Kerjanya
Menyeluruh ! Intip 8 Rencana Aksi Cepat Reformasi Pasar Modal Indonesia yang Bakal Dilakukan oleh OJK agar Kredibel dan Investable
Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia ! Tak Hanya Soal Free Float, Pemerintah Indonesia Tegaskan Tidak Ada Toleransi Praktik Manipulasi Harga Saham
UKP Mendengar : Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Alfamart Tambah Investasi Saham Rp35 M di PT Lancar Wiguna Sejahtera, Manajemen Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Ungkap Tujuannya
Ada Rencana Buyback Saham IMPC Rp500 M, Begini Penjelasan Manajemen Impack Pratama Industri
Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonom Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya
Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit