Lagi Moncer ! Chandra Asri Group Catatkan Rekor EBITDA Tertinggi di Q1 2026, Intip 6 Faktor Utama Pendorong Kinerjanya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 13 April 2026 | 14:16 WIB
ILUSTRASI - Lagi Moncer ! Chandra Asri Group Catatkan Rekor EBITDA Tertinggi di Q1 2026, Intip 6 Faktor Utama Pendorong Kinerjanya (Kalimantansatu.com/Dok. Chandra Asri Group)
ILUSTRASI - Lagi Moncer ! Chandra Asri Group Catatkan Rekor EBITDA Tertinggi di Q1 2026, Intip 6 Faktor Utama Pendorong Kinerjanya (Kalimantansatu.com/Dok. Chandra Asri Group)

KALIMANTANSATU.COM - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group/TPIA) menyampaikan flash earnings update.

Perseroan mencatatkan EBITDA kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD 421 juta dan Laba Bersih sebesar USD 205 juta pada Kuartal I 2026.

Kinerja ini didorong oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi Grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara, memposisikan Grup untuk menangkap dinamika positif pasar energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara.

Grup juga mempertahankan likuiditas yang solid sebesar USD 3,8 miliar, mendukung ketahanan operasional dan fleksibilitas strategis.

Baca Juga: Chandra Daya Investasi Rencana Buyback Saham CDIA Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya

Berdasarkan laporan manajemen, pencapaian ini mencerminkan kinerja operasional yang kuat dan mencetak rekor, sekaligus yang mendukung kesinambungan pasokan energi di tengah volatilitas pasar, serta mendukung belanja modal untuk pertumbuhan Grup, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi, serta daya saing industri dalam jangka panjang.

Ikhtisar Utama Q1 2026 CDIA

EBITDA kuartalan CDIA mencetak rekor USD 421 juta dan Laba Bersih kuartalan USD 205 juta, tertinggi dalam sejarah Grup, didorong oleh keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir, memperkuat basis pendapatan dan meningkatkan skala secara signifikan.

Struktur neraca yang kuat dan tangguh, didukung oleh pengelolaan leverage yang disiplin serta likuiditas sebesar USD 3,8 miliar, memungkinkan Grup untuk terus berinvestasi, secara aktif mengelola volatilitas siklus, serta mengambil risiko secara terukur dalam berbagai kondisi pasar.

Di tengah industri petrokimia yang menantang, Grup tetap menjalankan operasional secara disiplin dan mengendalikan biaya, sekaligus menyelesaikan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.

Perseroan melanjutkan ekspansi infrastruktur melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di seluruh Indonesia

Perseroan juga mendorong hilirisasi dan kemandirian industri nasional, dengan komitmen belanja modal sekitar USD 1 miliar untuk pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala dunia beserta infrastruktur pendukungnya, yang tetap on track untuk mulai beroperasi pada tahun 2027.

Baca Juga: PTPP Teken Kontrak Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Melalui Skema Joint Operation

Apa Faktor Utama Pendorong Kinerja Chandra Asri Group ?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X