KALIMANTANSATU.COM - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group/TPIA) menyampaikan flash earnings update.
Perseroan mencatatkan EBITDA kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD 421 juta dan Laba Bersih sebesar USD 205 juta pada Kuartal I 2026.
Kinerja ini didorong oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi Grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara, memposisikan Grup untuk menangkap dinamika positif pasar energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara.
Grup juga mempertahankan likuiditas yang solid sebesar USD 3,8 miliar, mendukung ketahanan operasional dan fleksibilitas strategis.
Baca Juga: Chandra Daya Investasi Rencana Buyback Saham CDIA Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya
Berdasarkan laporan manajemen, pencapaian ini mencerminkan kinerja operasional yang kuat dan mencetak rekor, sekaligus yang mendukung kesinambungan pasokan energi di tengah volatilitas pasar, serta mendukung belanja modal untuk pertumbuhan Grup, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi, serta daya saing industri dalam jangka panjang.
Ikhtisar Utama Q1 2026 CDIA
EBITDA kuartalan CDIA mencetak rekor USD 421 juta dan Laba Bersih kuartalan USD 205 juta, tertinggi dalam sejarah Grup, didorong oleh keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir, memperkuat basis pendapatan dan meningkatkan skala secara signifikan.
Struktur neraca yang kuat dan tangguh, didukung oleh pengelolaan leverage yang disiplin serta likuiditas sebesar USD 3,8 miliar, memungkinkan Grup untuk terus berinvestasi, secara aktif mengelola volatilitas siklus, serta mengambil risiko secara terukur dalam berbagai kondisi pasar.
Di tengah industri petrokimia yang menantang, Grup tetap menjalankan operasional secara disiplin dan mengendalikan biaya, sekaligus menyelesaikan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.
Perseroan melanjutkan ekspansi infrastruktur melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di seluruh Indonesia
Perseroan juga mendorong hilirisasi dan kemandirian industri nasional, dengan komitmen belanja modal sekitar USD 1 miliar untuk pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala dunia beserta infrastruktur pendukungnya, yang tetap on track untuk mulai beroperasi pada tahun 2027.
Apa Faktor Utama Pendorong Kinerja Chandra Asri Group ?
Artikel Terkait
Realisasi Program Ganti Atap Rumah Wartawan Terus Berjalan, Penerima Manfaat Bagikan Cerita Keunggulan Alduro Dibandingkan Asbes
Dinamika Industri Migas Semakin Menantang, Elnusa Komitmen Transformasi Menjadi Low-Cost Operator ! Bos ELSA Beberkan Strateginya
Potensi Cuan Nih ! Adira Dinamika Multi Finance Bagi Dividen Saham ADMF 2025, Cek Jadwal Pembayaran
Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta di era Presiden Prabowo Subianto, Penyelenggara Perjalanan Anggap Bentuk Perhatian Meringankan Para Jemaah
Sorotan Bank Dunia ! Danantara Dianggap Menjadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2027
Saham ZINC Kena Suspensi BEI di Seluruh Pasar, Masuk Papan Pemantauan Khusus Lebih dari 1 Tahun
Sinergitas Pemkab Pulau Taliabu dan ICCN untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif
Bank Dunia Apresiasi Hilirisasi Tambang Indonesia, Anggap Ampuh Beri Nilai Tambah bagi Ekonomi
PTPP Teken Kontrak Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Melalui Skema Joint Operation
Harga Saham SMKM Melonjak 37,33 Persen Dalam 4 Hari Terakhir, Memantul Setelah Fase Downtrend ?