investasi

Panduan Cara Memulai Investasi Pasar Modal untuk Pemula ! Mulailah dari Nominal Kecil, Konsisten dan Berproseslah Menjadi Investor yang Bijak

Kamis, 4 September 2025 | 10:17 WIB
Ilustrasi investasi keuangan. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay nattanan23)

Jika kita sudah lebih siap, bisa mulai mempertimbangkan saham-saham blue chip, yaitu saham perusahaan besar dan mapan seperti BCA, Telkom, atau Unilever yang biasanya memiliki fundamental yang baik dan stabilitas yang relatif tinggi.

Sebelum membeli produk pasar modal apa pun, biasakan untuk melakukan analisis.

Untuk saham, dikenal dua pendekatan utama yaitu analisis fundamental yang menilai kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan melalui laporan keuangan dan prospek bisnisnya, serta analisis teknikal yang melihat pola harga dan volume perdagangan untuk menentukan waktu beli atau jual.

Bagi pemula, tak perlu menunggu punya modal besar. Pasar modal Indonesia memungkinkan kita memulai dari nominal kecil, bahkan Rp10.000 saja untuk reksa dana.

Untuk saham, cukup beli 1 lot (100 lembar) yang bisa dimulai dari puluhan ribu tergantung harga sahamnya.

Baca Juga: Selain Saham dan Sukuk di Pasar Modal, Ini 4 Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Menjadi Alternatif untuk Umat Islam

Gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli secara rutin dengan nominal tetap tiap bulan.

Strategi ini membantu kita terhindar dari risiko beli di harga puncak dan menciptakan disiplin berinvestasi jangka panjang.

Perlu diingat, investasi bukan aktivitas satu kali beli, lalu ditinggal seperti ketika kita menaruh dana di deposito.

Kita sebagai investor perlu memantau dan mengevaluasi portofolio secara berkala, minimal setiap tiga hingga enam bulan sekali.

Tinjau kembali apakah portofolio kita masih sesuai dengan tujuan awal, apakah alokasi aset perlu disesuaikan, dan apakah ada perubahan kondisi finansial pribadi yang memengaruhi keputusan investasi.

Evaluasi ini penting agar strategi investasi tiap investor tetap relevan, terutama saat pasar mengalami perubahan signifikan.

Jangan terlalu sering mengecek pergerakan harian harga karena bisa membuat kita panik atau tergoda menjual rugi.

Fokuslah pada hasil jangka panjang sesuai tujuan.

Penting diperhatikan, semua investasi mengandung risiko.

Halaman:

Tags

Terkini