investasi

Dinilai Positif, Proyek Pani Merdeka Gold Resources (EMAS) Digadang-gadang Bakal Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

Sabtu, 27 September 2025 | 07:00 WIB
Prospek emiten baru di pasar modal, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) dinilai cukup positif lantaran telah memasuki fase produksi dalam waktu dekat. (Kalimantansatu.com/Dok. PT Merdeka Gold Resources Tbk)

KALIMANTANSATU.COM - Prospek emiten baru di pasar modal, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) dinilai cukup positif lantaran telah memasuki fase produksi dalam waktu dekat.

Sekadar informasi, EMAS merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar.

EMAS saat ini juga mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang memiliki sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Rencananya, produksi emas secara komersil akan mulai dilakukan pada kuartal I/2026.

Proyek tersebut dirancang berbiaya rendah dan berumur panjang dengan target produksi puncak sebesar 500.000 ons per tahun.

Apalagi, mengacu pada prospektus yang dipublikasikan perseroan, total sumber daya emas 7 juta ons.

Baca Juga: Belajar dari Kasus BCA dan Bank Permata, Pembobolan RDN Saham Nasabah Tanggung Jawab Siapa ?

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia mengatakan, saat ini valuasi EMAS lebih bertumpu pada prospek masa depan Pani yang cadangannya hampir mencapai 7 juta oz.

"Dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik," katanya, Jumat (26/9/2025).

Dia mengatakan, Proyek Pani menargetkan kapasitas 145 ribu oz per tahun dengan cash cost sekitar US$800/oz dan AISC US$990/oz. Adpaun posisi saat ini adalah 115.000 oz per tahun, cash cost US$1.017/oz, dan AISC US$1.337/oz.

Dengan asumsi faktor kapasitas 90%, produksi Pani 130.000 oz, maka total produksi emas MDKA yang menjadi induk EMAS pada tahun depan mencapai 235.000 oz.

Menurut Liza, pendapatan segmen emas 2026 senilai US$533 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu senilai US$261 juta, dengan rata-rata cash cost diproyeksikan turun menjadi US$950/oz.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Penjualan Turun Signifikan dari PLN Prabayar, Begini Penjelasan Manajemen PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT)

"EMAS tetap terkonsolidasi, sehingga setelah beroperasi akan tetap memberi kontribusi signifikan ke pendapatan MDKA," jelasnya.

Berdasarkan laporan perseroan, penyelesaian Proyek Pani telah mencapai progres 67% hingga akhir Juni 2025.

Manajemen menyampaikan bahwa seluruh rekayasa detail dan proses pengadaan sudah selesai.

Halaman:

Tags

Terkini