KALIMANTANSATU.COM - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SMSS) berencana mengakuisisi 63,4% saham PT Sawit Mandiri Lestari senilai Rp1,6 triliun rupiah dari pengendali perseroan, PT Citra Borneo Indah.
Aksi korporasi ini sebagai bagian dari strategi ekspansi dan keberlanjutan jangka panjang.
PT Sawit Mandiri Lestari adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi secara komersial di Kalimantan Tengah dengan area seluas 11.046 hektare.
"SML menawarkan potensi besar untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas usaha Perseroan di industri perkebunan kelapa sawit yang strategis," dikutip Kalimantansatu.com dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/9/2025).
Rencana transaksi ini mempertimbangkan lokasi kebun PT Sawit Mandiri Lestari yang berada pada wilayah yang sama dengan perseroan dan memiliki umur tanaman yang masih muda.
Perseroan berkeyakinan bahwa dengan melaksanakan Rencana Transaksi, maka hal tersebut akan meningkatkan produktivitas Perseroan yang pada akhirnya akan meningkatkan juga pendapatan Perseroan.
Langkah ini tidak hanya mencerminkan komitmen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk terhadap pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga mempertegas posisi Perseroan sebagai pelaku utama dalam industri yang terus berkembang.
Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 30 Oktober 2025.
Adapun pertimbangan bisnis PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk untuk menyepakati Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut :
1. Menjamin ketersediaan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) secara berkelanjutan guna mendukung operasional grup perusahaan;
2. Mereduksi umur rata-rata tanaman melalui akuisisi kebun dengan profil tanaman lebih muda, sehingga mengurangi risiko penurunan produktivitas akibat meningkat usia tanaman eksisting;
3. Meningkatkan volume produksi secara anorganik atas TBS dan CPO untuk memenuhi kebutuhan internal dan memperkuat posisi pasokan Perseroan;
4. Mendukung peningkatan kapasitas hilir, khususnya rencana PT Citra Borneo Utama Tbk untuk meningkatkan kapasitas olahan CPO dari 2.500 (dua ribu lima ratus) MT menjadi 4.000 (empat ribu) MT dengan target operasi pada tahun 2026;
Artikel Terkait
Prajogo Pangestu Dapat Tambahan 1,5 Juta Saham BRPT dari MESOP ! Berapa Total Kepemilikannya di PT Barito Pacific Tbk ?
PT Petrosea Tbk (PTRO) Menandatangani Perjanjian untuk Pengambilalihan Mayoritas Saham Scan-Bilt Pte. Ltd. di Singapura
Bikin Investor Ritel Saham Merugi! Aplikasi Growin Mandiri Sekuritas Error saat Open Market 22 September 2025, Ungkapan Kekesalan Hingga Ajakan Pindah
Auto Senyum Diguyur Cuan Nih ! Merdeka Gold Resources Listing Perdana, Harga Saham EMAS Langsung ARA 25% saat Open Market IDX 23 September 2025
Kabar Saham Hari Ini : Yopie Tribayu Mundur dari Direktur LCK Global Kedaton (LCKM)
Kabar Saham Hari Ini : Kapan Jadwal RUPS PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) ? Cek Lokasi, Ada 2 Agenda Khusus RUPSLB
Kabar Saham Hari Ini : Komisaris Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk Pudji Harianto Beli Saham UFOE, Jumlah Kepemilikannya Bertambah Jadi Segini
Terpantau Dua Kali Transaksi ! Pengendali Era Mandiri Cemerlang Jual Saham IKAN Sebanyak 20 Juta Lembar, Segini Duit yang Dikantongi dan Sisa Sahamnya
Kabar Saham Hari Ini : Kenapa Anak Usaha Diamond Food Indonesia (DMND) Digugat PKPU ? Begini Penjelasan Manajemen dan Langkah yang Diambil
Kabar Saham Hari Ini : Setelah Ekspor Perdana ke Amerika Serikat, Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Dapat Fasilitas KITE dari Ditjen Bea Cukai Kemenkeu