investasi

Pakar Asuransi Syariah Sarankan Strategi Spin Off dan Kemandirian Entitas Syariah di Tengah Persoalan Modal yang Kian Menantang Jelang 2026

Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:16 WIB
Pakar asuransi syariah, Erwin Noekman, ST, MBA, menilai industri asuransi syariah di Indonesia tengah menghadapi ujian besar di tengah tekanan persaingan dan regulasi ketat. (Kalimantansatu.com/Dok. UINSU)

Baca Juga: Transformasi Digital Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan, Ketika Data dan AI Menjadi Mesin Baru Pertumbuhan Asuransi Indonesia

Mencari Jalan Tengah

Erwin menilai tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua perusahaan. Setiap entitas perlu menyesuaikan diri dengan kondisi internal dan kemampuan modal masing-masing.

Kombinasi antara merger selektif, rights issue, dan efisiensi operasional bisa menjadi pilihan realistis untuk menghadapi tantangan menuju pemenuhan modal pada 2026 dan klasifikasi KPPE pada 2028.

“Transformasi ini harus direncanakan dengan matang, diawali dengan analisis modal dan risiko, desain eksekusi, dan komunikasi ke regulator, pemegang polis, serta pemangku kepentingan,” tutur Erwin.

Dengan perencanaan matang dan dukungan kebijakan yang tepat, transformasi ini diharapkan mampu melahirkan industri asuransi syariah yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini