Mencari Jalan Tengah
Erwin menilai tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua perusahaan. Setiap entitas perlu menyesuaikan diri dengan kondisi internal dan kemampuan modal masing-masing.
Kombinasi antara merger selektif, rights issue, dan efisiensi operasional bisa menjadi pilihan realistis untuk menghadapi tantangan menuju pemenuhan modal pada 2026 dan klasifikasi KPPE pada 2028.
“Transformasi ini harus direncanakan dengan matang, diawali dengan analisis modal dan risiko, desain eksekusi, dan komunikasi ke regulator, pemegang polis, serta pemangku kepentingan,” tutur Erwin.
Dengan perencanaan matang dan dukungan kebijakan yang tepat, transformasi ini diharapkan mampu melahirkan industri asuransi syariah yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.
(*)
Artikel Terkait
Banyak Keluhan Motor ‘Brebet’ di Jawa Timur Setelah Isi Pertalite Pertamina, Bahlil Lahadalia Bilang Begini ! Apa Penyebab Suara Brebet Motor ?
Resmi, Biaya Haji 2026 Rp87,4 Juta ! Turun Rp2 Juta Dibanding Tahun 2025, Jemaah Wajib Bayar Rp54,1 Juta. Kemenhaj Sempat Kena Semprot DPR RI
26 WNI Korban Online Scam di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia, 1 di Antaranya Diduga Pelaku Perekrutan
Akui Penanganan Narkoba Masih Kurang, Begini Pesan Presiden Prabowo Subianto untuk Orang Tua Anak
214,82 Ton Narkoba Dimusnahkan, Presiden Prabowo Subianto Singgung Modus Baru Kartel Makin Canggih hingga PR Rehabilitasi untuk Pecandu
Mayapada Healthcare (SRAJ) Hadirkan Mayapada Medical Center Kuningan, Inovasi Layanan Kesehatan Terpadu untuk Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban
RUPSLB BEI Rampung, 2 Agenda Disetujui ! Cek Pencapaian BEI Selain IHSG Tembus Rekor Tertinggi 8.274,375 saat 23 Oktober 2025. Apakah Investor Naik ?
Kabar Saham Hari Ini : Catatkan Kinerja Keuangan Solid 9 Bulan Pertama Tahun 2025, Pendapatan Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Naik 18,3% YoY
Kabar Saham Hari Ini : Anak Perusahaan Mahaka Media (ABBA) Bentuk Usaha Patungan Bernama PT Aero Reksa Kreasi Angkasa Bareng 2 Perusahaan Ini
Skandal Impor Pakaian Bekas Bikin Resah, Asosiasi Pertekstilan Indonesia Cemaskan Dugaan Suap Rp20 Juta per Kontainer di Pelabuhan