investasi

Kargo Technologies Kenalkan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035 Lewat Program Kemitraan

Rabu, 3 Desember 2025 | 11:41 WIB
Kargo Technologies memperkenalkan identitas visual terbarunya serta meluncurkan program kemitraan logistik berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai langkah memperkuat komitmen dalam menghadirkan armada EV terbesar di Asia Tenggara. (Kalimantansatu.com/Dok. Kargo Technologies)

Visi jangka panjang Kargo adalah membangun “Electrified Silk Road” — sebuah jaringan logistik asset-light berbasis AI yang menghubungkan produk dari pabrik hingga konsumen Asia Tenggara, Timur Tengah, dan nantinya negara-negara Global South.

Baca Juga: Gaes, Butuh Speaker Untuk Dengerin Musik Bersama Teman Saat Hangout ? Ini Dua Rekomendasi Terbaiknya

Dengan melakukan elektrifikasi pada armada dan menanamkan kecerdasan di setiap pengiriman.

Kargo bertujuan menciptakan jalur perdagangan yang lebih bersih, lebih cepat, dan lebih transparan, melampaui model logistik tradisional berbasis solar dan sistem offline.

Acara peluncuran di Jakarta dihadiri lebih dari 150 pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, produsen EV, lembaga pembiayaan, dan rekan media – menegaskan meningkatnya perhatian baik dari sektor publik maupun privat terhadap transisi logistik hijau Indonesia.

Beberapa pemimpin industri juga menekankan peran krusial sektor swasta dalam mendorong implementasi transisi energi.

“Pemerintah telah menyusun arah yang jelas untuk transisi energi, tetapi sektor privat lah yang harus menerjemahkannya menjadi proyek nyata, armada nyata, dan lapangan kerja nyata. Ekosistem logistik EV Indonesia — dari manufaktur, lembaga pembiayaan, hingga platform digital — menunjukkan bagaimana perusahaan kita dapar memimpin logistik hijau sambil menciptakan ribuan lapangan kerja berkualitas di sepanjang value chain,"  ungkap Anindya Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia.

“Kami melihat gelombang baru investasi Tiongkok ke Indonesia, tidak hanya di sektor tradisional tetapi juga di manufaktur EV, baterai, dan logistik digital. Kolaborasi ini mendukung transisi energi Indonesia, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memposisikan negara kita sebagai mitra kunci dalam membangun jalur perdagangan yang lebih bersih dan efisien antara Tiongkok dan Asia Tenggara.” — Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok.

Baca Juga: Telkomsel Siaga Peduli : Ini Kode Rahasia Internet, Telepon hingga SMS Gratis untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Identitas Visual Baru dan Arah Strategis Perusahaan

Dalam acara yang sama, Kargo Tech memperkenalkan logo barunya yang memadukan dua panah diagonal saling berkonvergensi dengan simbol kilat di bagian tengah.

Panah tersebut merepresentasikan hubungan operasional antara Kargo, mitra, dan pelanggan sementara kilat melambangkan komitmen perusahaan terhadap teknologi berbasis listrik.

Identitas baru ini mencerminkan visi jangka panjang Kargo untuk bertransisi menuju operasi logistik yang sepenuhnya listrik dan rendah emisi — serta, seiring waktu, menjadi penghubung digital dan fisik di sepanjang Electrified Silk Road yang menghubungkan Tiongkok, Asia Tenggara, dan kawasan Teluk melalui jaringan logistik EV yang di orkestrasi oleh AI.

Baca Juga: ANTAM Meraih Gold Rank di ASRRAT 2025, Dinilai Mampu Mewujudkan Komitmen Prinsip ESG

Tahapan Implementasi Program EV

Halaman:

Tags

Terkini